Mengenal Hepatitis Misterius Akut bersama dr Bagus Setyoboedi

dr Bagus Setyoboedi
Dr. dr. Sp.A(K) Bagus Setyoboedi, Dokter spesialis Hepatitis yang juga Staf Gastrohepatologi anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD dr Soetomo Surabaya. (photo/dok pribadi)

Surabaya, Idola 92.6 FM – Dalam beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan dengan munculnya penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak di sejumlah negara termasuk Indonesia. Hepatitis akut tersebut mengakibatkan 5 anak meninggal dunia yakni dari DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

Tak hanya di Indonesia, hepatitis misterius tersebut juga muncul dan menyerang anak-anak di sejumlah negara seperti di Inggris, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Kompas.com Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi Selasa (10/05/2022) mengatakan sebanyak 15 kasus hepatitis akut terdeteksi di 5 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung.

Hingga saat ini, beberapa pasien yang mayoritas berusia 1-6 tahun tersebut masih dalam perawatan. Ke-15 kasus itu yakni: 11 orang DKI Jakarta, Sumatera Barat 1 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Bangka Belitung 1 kasus, dan Jawa Barat 1 kasus.

Hepatitis Akut
Ilustrasi/Istimewa

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, terdapat 15 kasus hepatitis akut di Indonesia hingga hari Senin (9/5/2022). Budi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada semua rumah sakit dan dinas kesehatan untuk melakukan pengawasan surveilans terkait dengan kasus ini per 27 April 2022.

Hal tersebut dilakukan empat hari sesudah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan adanya wabah hepatitis akut tersebut di Eropa pada 23 April 2022.

Selengkapnya, mengenal lebih jauh mengenai penyakit hepatitis, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Dr. dr. Sp.A(K) Bagus Setyoboedi, Dokter spesialis Hepatitis yang juga Staf Gastrohepatologi anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD dr Soetomo Surabaya. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaManuver Politik Para Menteri Jelang Pemilu 2024, Etiskah?
Artikel selanjutnyaPolda Jateng Kerahkan Bhabinkamtibas Edukasi Warga Soal PMK

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini