Mengenal Pengrajin Suvenir Resmi KTT G20 di Bali, Muhammad Aliyafi

Muhammad Aliyafi
Muhammad Aliyafi (29) Pengusaha Kerajinan Kayu dari Sidioarjo Jawa Timur. Karya pemuda alumnus ITS Surabaya tersebut, terpilih menjadi salah satu suvenir resmi para delegasi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pada 15-16 November 2022. (Photo dok Aliyafi)

Sidoarjo, Idola 92.6 FM – Produk kerajinan kayu dari Sidoarjo Jawa Timur terpilih menjadi salah satu suvenir resmi delegasi KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022. Sosok pengrajin yang karyanya mendunia itu adalah Muhammad Aliyafi, pemuda 29 tahun.

Aliyafi sudah menekuni usahanya sejak 2011.”Sejak 2011-2012 saya terjun ke dunia kayu, saat masih kuliah,”tutur Aliyafi kepada radio Idola, pagi (09/11) tadi.

Akhirnya dunia perkayuan menjadi jalan hidup yang dipilih oleh Aliyafi. Meski pernah bekerja di salah satu BUMN selama dua tahun, tapi dia kembali lagi ke dunia perkayuan.

Proses pembuatan suvenir
Proses pembuatan suvenir untuk para delegasi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pada 15-16 November 2022. (Photo dok Aliyafi)

Maka tak heran dengan keuletannya, karya alumnus ITS Surabaya ini terpilih menjadi salah satu suvenir resmi delegasi KTT G20 di Bali.”Dari ribuan, dipilih 20 dan kita terpilih. Kita unik. Kita bikin suvenir buku dari kayu, ada kotak pensil, dll,”tutur pria yang membuat produk berdasarkan pesanan. Pangsa pasar yang dituju adalah konsumen luar negeri.”Kalau ada pesanan, baru kita kerjakan,”tambahnya.

Salah satu suvenir KTT G-20
Salah satu suvenir untuk para delegasi KTT G20 di Bali, pada 15-16 November 2022. (Photo dok Aliyafi)

Lalu bagaimana cara Aliyafi bertahan agar produknya diminati oleh konsumen? Dari mana bahan bakunya?

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Muhammad Aliyafi, pengrajin kayu dari Sidoarjo Jawa Timur. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaKSPI Jateng Sebut Tak Ada Gelombang PHK Masal
Artikel selanjutnyaMenyoroti Fenomena Tanah Bergerak dan Perubahan Iklim, Apa Solusinya?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang