OJK Bareng Kadin dan Unika Soegijapranata Gelar Entrepreneur Class UMKM

Aman Santosa
Kepala OJK Kanreg 3 Jateng-DIY Aman Santosa saat berdialog dengan salah satu pelaku usaha.

Semarang, Idola 92,5 FM – Dalam rangka pengembangan UMKM dan membangun ekosistem usaha, OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah-Yogyakarta bersama Kadin Kota Semarang dan Unika Soegijapranata Semarang menyelenggarakan Entrepreneur Class UMKM kemarin. Entrepreneur Class UMKM yang diselenggarakan itu, memertegas komitmen OJK Jateng-DIY dalam mendukung pengembangan dan peningkatan UMKM.

Kepala OJK Kanreg 3 Jateng-DIY Aman Santosa mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan dukungan dan komitmen OJK, dalam peningkatan UMKM yang diimplementasikan secara berkelanjutan melalui program UMKM Bangkit.

Aman menjelaskan, jumlah UMKM di wilayah Jateng saja saat ini sebanyak 4,17 juta atau 99 persen dari total unit usaha yang ada. Bahkan, mampu menyerap 8,9 juta tenaga kerja atau 47,68 persen dari seluruh angkatan kerja di Jateng.

Menurut Aman, peran UMKM menjadi vital dalam mendukung kebangkitan ekonomi.

“UMKM Bangkit saat ini didorong menjadi lebih kompleks sehingga bersifat ekosistem. Bekerja sama dengan seluruh pihak, baik IJK maupun stakeholder lainnya untuk mendukung ekosistem UMKM Bangkit,” kata Aman.

Lebih lanjut Aman menjelaskan, ekosistem UMKM Bangkit tidak hanya berkaitan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Jateng saja tapi didorong dengan optimalisasi berbagai potensi dan sumber daya.

“Kami juga mencoba memfasilitasi dalam bentuk akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pemasaran secara digital, peningkatan kualitas produksi, manajemen keuangan dan asistensi perizinan bagi UMKM,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menambahkan, entrepreneur class yang diselenggarakan itu guna menyiapkan pelaku UMKM memiliki kemampuan membangun ekosistem usaha.

“Harapannya UMKM dapat memiliki pemahaman dan kemampuan yang lengkap baik dari sisi akses pembiayaan, pemasaran maupun pengelolaan keuangan,” ucap Arnaz. (Bud)

Artikel sebelumnyaBPSDA Seluna Sebut Saluran Irigasi di Logung Aman
Artikel selanjutnyaAkademisi: Socio-emotional Learning Bekal Penting bagi Siswa di Abad 21 Namun Belum Implementatif