Partisipasi Perempuan Dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital Perlu Ditingkatkan

G20 Empower
photo/istimewa

Semarang, Idola 92,6 FM – G20 EMPOWER dan Microsoft Indonesia berupaya menciptakan pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, dengan mendorong advokasi dan memastikan kesetaraan gender serta memberdayakan perempuan dalam mengembangkan kompetensi dan menciptakan peluang perempuan untuk berpartisipasi di bidang teknologi.

Melalui kolaborasi tersebut, dapat mengaktifkan keragaman di dalam perusahaan yang bertujuan untuk melatih dan memberikan sertifikasi teknologi bagi 30 persen wanita dari perusahaan yang berpartisipasi dalam 12 bulan ke depan.

Chair G20 EMPOWER Indonesia Yessie Yosetya mengatakan kolaborasi tersebut akan membuka akses kerja dan pengembangan karier, bagi talenta perempuan di Indonesia secara lebih luas. Termasuk, mendorong keterlibatan pemimpin teknologi perempuan dalam melakukan coaching dan mentoring untuk menginspirasi dan memberdayakan lebih banyak talenta perempuan di bidang teknologi. Hal itu disampaikan di sela penandatanganan kerja sama antara Group of Twenty (G20) EMPOWER Presidensi Indonesia dengan Microsoft Indonesia, kemarin.

Yessie menjelaskan, program tersebut akan menyediakan platform yang memungkinkan talenta perempuan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital inklusif. Yakni melalui partisipasi dan inovasi di bidang teknologi.

“Penandatanganan kerja sama ini sejalan dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia 2022, yaitu ‘Recover Together, Recover Stronger’ dan tema utama ketiga G20 Empower 2022 yaitu membangun kesiapan perempuan di masa depan dalam ekonomi digital. Kemitraan dengan Microsoft Indonesia sebagai salah satu implementasi dari upaya, untuk menutup kesenjangan gender ekonomi yang selama ini terjadi dengan mendorong pengembangan kompetensi dan sekaligus menciptakan peluang bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi dalam bidang teknologi digital,” kata Yessie.

Co-Chair G20 EMPOWER Indonesia Rinawati Prihatiningsih menambahkan, kerja sama yang dilakukan itu diharapkan pemberdayaan perempuan di Indonesia akan semakin terakselerasi. Sehingga, bisa memberikan inspirasi bagi perusahaan serta komunitas dari negara-negara di Asia Pasifik lainnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga dapat memberikan inspirasi bagi negara-negara peserta G20 lainnya mengenai berbagai upaya nyata untuk melibatkan perempuan dalam pertumbuhan ekonomi.

“G20 EMPOWER ke depan, semakin banyak perempuan yang menguasai teknologi digital. Sehingga, mereka memiliki akses yang kuat untuk meraih manfaat dari terus berkembangnya digitalisasi serta ekonomi digital di seluruh dunia. Apalagi, diprediksi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital hingga sebesar Rp1.700 triliun pada 2025 nanti,” jelas Rina. (Bud)

Artikel sebelumnyaDJP Jateng I Peringkat Keenam Wajib Pajak Yang Ikut PPS
Artikel selanjutnyaNilai Tukar Petani di Juni 2022 Alami Kenaikan Tipis