Pelaku UMKM Didorong Gemi lan Nastiti

Jateng Gemi lan Nastiti
OJK Jateng-DIY meluncurkan program Jateng Gemi lan Nastiti untuk melindungi masyarakat dan pelaku usaha.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Regional III OJK Jawa Tengah-Yogyakarta mendorong pelaku UMKM bangkit, melalui gerakan Jateng Gemi lan Nastiti. Yakni, memberdayakan dan mendampingi pelaku UMKM mengelola keuangan dengan baik dan mengakses permodalan tanpa terjerat pinjaman ilegal atau investasi bodong.

Kepala Kanreg III OJK Jateng-DIY Aman Santosa mengatakan program Jateng Gemi lan Nastiti merupakan program edukasi, pemulihan ekonomi, peningkatan literasi dan inklusi keuangan terintegrasi. Yakni dilaksanakan secara masif, dan menjangkau masyarakat luas serta pelaku UMKM. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, Kamis (11/8).

Aman menjelaskan, Gemi lan Nastiti artinya pelaku UMKM diajak untuk cerdas mengelolaan keuangan dan berhati-hati. Tujuannya, agar masyarakat Jateng pada umumnya dan pelaku UMKM pada khususnya bisa mendapatkan akses keuangan memadai dan mendapatkan literasi serta inklusi keuangan.

Menurut Aman, kegiatan Gemi lan Nastiti akan menjadi lokas percontohan dalam mengatur dan mengelola kompleks perumahan.

“Membantu apapun yang dibutuhkan UMKM. Membantu itu bisa dalam bentuk akses pembiayaan, membantu akses pemasaran atau pendampingan dan lain sebagainya. Ini juga kita manfaatkan untuk meningkatkan edukasi dan meningkatkan literasi serta meningkatkan inklusi keuangan. Termasuk mengingatkan mereka agar tidak terjebak pada investasi maupun pinjaman ilegal,” kata Aman.

Aman Santosa, Kepala Kanreg III OJK Jateng-DIY:

Lebih lanjut Aman menjelaskan, pihaknya juga menggandeng pihak ketiga dalam membantu memberikan pendampingan kepada UMKM untuk membantu pengelolaan keuangan dengan baik. Termasuk mengajari dan mengenalkan market place kepada pelaku UMKM, agar mampu memasarkan produknya tidak hanya di daerahnya saja tapi juga di luar daerah hingga luar negeri.

“Karena di era sekarang ini kalau tidak mau digital, ya akan habis,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKawasan Industri Jadi Modal Dasar Pulihkan Ekonomi di Jateng
Artikel selanjutnyaBantu Petani, Bank Jateng Kucurkan Kredit Nol Persen