Pendampingan Berkelanjutan Bawa UMKM Jateng Naik Kelas

Ema Rachmawati
Ema Rachmawati, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku UMKM, untuk bisa meningkatkan perekonomian dan naik kelas produknya. Tidak hanya dikenal di pasar lokal saja, tetapi sudah mendunia atau global.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan pelaku UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian di provinsi ini, karena mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak. Sehingga, pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM terus dilakukan. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di Kantor Regional III OJK Jateng-DIY, kemarin.

Ema menjelaskan, pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak termasuk marketplace.

Menurutnya, dalm setahun saja hampir empat ribuan pelaku UMKM di Jateng didampingi dan diberikan pembinaan. Mulai dari memfasilitasi pemasaran, membantu perlindungan hukum sampai dengan pengurusan perizinan hingga sertifikasi produk.

“Untuk melakukan pendampingan itu harus tahu dulu kebutuhan pasar. Selama ini kita memperbanyak kurasi produk, kemudian masing-masing produk kita lihat dari kuantitas jumlah dan kualitasnya. Kalau kualitas itu ya mulai dari bahan baku, dapurnya sampai kemasan itu kita lihat semua. Dari mulai pendampingan bahan baku, proses produksi sampai pendampingan kemasan. Selain itu juga ada legalitas dan sertifikasi hingga pembiayaan,” kata Ema.

Ema Rachmawati, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng:

Lebih lanjut Ema menjelaskan, pihaknya terus melakukan pendampingan agar UMKM Jateng siap untuk memasuki pasar global. Sehingga, diperlukan pendampingan perbaikan manajemen UMKM dan SDM hingga operasionalnya.

“Kita bekerja sama dengan semua pihak, untuk mendorong percepatan pertumbuhan bagi usaha mikro. Kalau dalam satu tahun kita bisa agresif melakukan pendampingan, maka bisa mewujudkan UMKM naik kelas” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaRefleksi 77 Tahun Indonesia Merdeka, Bidang Riset
Artikel selanjutnyaDistributor MinyakKita Harus Kantongi Izin Dari Kemendag