Perusahaan Importir di Jateng Didorong Manfaatkan LCS

Semarang, Radio idola 92,6 FM – Bank Indonesia terus mendorong penggunaan mata uang lokal pada transaksi perdagangan dan investasi di negara kawasan. Hal tersebut tidak terlepas dari beberapa risiko yang terjadi pada sisi global dan domestik saat ini.

Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah – Rahmat Dwisaputra mengatakan,  Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah melakukan mitigasi risiko domestik melalui serangkaian kebijakan berupa penguatan kerja sama antar daerah dan sinergi antara dinas di Pemerintah Daerah demi menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan kestabilan harga. Sementara itu, mitigasi risiko eksternal, yaitu penguatan strategi bauran kebijakan dalam mendukung pemulihan perekonomian nasional dan mendorong peningkatan penggunaan LCS (Local Currency Settlement) dalam upaya mengurangi tekanan nilai tukar.

“Saat ini, Indonesia telah melakukan kerjasama LCS dengan 4 negara mitra dagang yaitu Thailand, Malaysia, Jepang dan China,” Ungkap Rahmat usai  agenda breakfast meeting guna mensosialisasikan Local Currency Settlement (LCS) kepada enam importir utama di Jawa Tengah bekerjasama dengan Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia.

Agenda ini sendiri dilaksanakan sejalan dengan Side Event G20 “Managing Risk of the Exit Policy Dynamic Through More Diversified Currency to Support Global Trade and Investment”.  Keenam perusahaan itu diantaranya arisamandiri pratama, PT. Indonesia benxing new material, PT.Bina busana Internusa, Kubota Indonesia, AST Indonesia  dan PT.Semarang Garment dengan nilai impor sebesar 120 juta dollar AS.

Rahmat mengatakan, dalam memperkuat implementasi LCS maka diperlukan awareness dan readiness dari para pelaku usaha. Dalam tataran ini Bank Indonesia akan terus mendorong perbankan, dan korporasi untuk meningkatkan pemanfaatan LCS. Disisi internal, Bank Indonesia senantiasa akan melakukan serangkaian penyempurnaan ketentuan dalam upaya mendukung optimalisasi implementasi LCS.

“Dengan adanya penguatan edukasi dan sosialisasi ke depan, diharapkan para importir dapat memanfaatkan fasilitas LCS secara optimal agar kinerja transaksi dari bisnis ekspor dan impor menjadi lebih efisien sekaligus turut mendukung penggunaan mata uang lokal pada transaksi perdagangan dan investasi di negara kawasan,” pungkasnya (tim)

Artikel sebelumnyaTim Gegana Polda Jateng Sebut Benda Mencurigakan di Solo Bukan Barang Berbahaya
Artikel selanjutnyaMenparekraf Minta Hotel Dafam Bisa Jadi Pionir Pembangunan Ekosistem Kreatif

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini