Tim Gegana Polda Jateng Sebut Benda Mencurigakan di Solo Bukan Barang Berbahaya

Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat memberikan keterangan terkait temuan benda mencurigakan di pinggir jalan, Rabu (30/3).

Semarang, Idola 92,6 FM – Polresta Surakarta menyatakan benda temuan warga di pinggir jalan di Kecamatan Pasar Kliwon pada Rabu (30/3), bukan merupakan barang berbahaya. Barang tersebut sudah diamankan, dan dianalisa tim Jihandak Brimobda Polda Jawa Tengah.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan jajarannya menerima informasi di Jalan Arifin di Kelurahan Kampung Baru di Kecamatan Pasar Kliwon, ditemukan benda mencurigakan dan membuat warga sempat khawatir. Temuan itu diketahui dua orang warga yang melintas, dan melihat sebuah tas belanja warna biru motif bunga di trotoar jalan.

Menurut Ade, karena dianggap mencurigakan itu warga kemudian melaporkan ke petugas piket di Denpom 4/IV di sekitar lokasi temuan benda mencurigakan tersebut.

Ade menjelaskan, dari informasi warga itu petugas piket Denpom 4/IV meneruskan ke Polresta Surakarta dan ditindaklanjuti tim Jihandak Brimobda Polda Jateng. Hasil analisa dan penguraian dari tim Jihandak diketahui, jika benda mencurigakan itu bukan barang berbahaya dan hanya berisi plastik warna merah.

“Hanya benda mencurigakan, jadi bukan merupakan barang yang berbahaya seperti itu. Isinya beberapa barang yang ada di dalam tas, dan sudah dilakukan penguraian serta analisa dari tim Jihandak Sat Brimobda Polda Jawa Tengah bahwa itu bukan barang berbahaya,” kata Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, setelah benda mencurigakan itu diamankan dan dinyatakan tidak berbahaya situasi wilayah Solo masih dalam keadaan kondusif. Masyarakat tidak perlu panik, dan diminta melaporkan jika ada gangguan situasi kamtibmas.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy menambahkan, dari hasil analisa dan penguraian tim Jihandak Brimobda Polda Jateng jika di dalam tas belanja itu berisi plastik warna merah dan semen. Sehingga, dipastikan tidak mengandung bahan berbahaya.

“Situasi secara umum di Kota Surakarta kondusif. Kami mengapresiasi peran serta masyarakat Surakarta, yang langsung berkoordinasi dengan instansi terkait apabila mencurigai sesuatu. Ini menunjukkan, bahwa kesadaran masyarakat sudah tinggi terkait kamtibmas dan peduli dengan lingkungannya,” ucap Iqbal. (Bud)

Artikel sebelumnyaTransaksi Blangkon Jateng Capai Rp15 Miliar
Artikel selanjutnyaPerusahaan Importir di Jateng Didorong Manfaatkan LCS