Petani Organik Jadi Langganan Hotel Berbintang

Kelompok Tani Bangkit Merbabu
Gubernur Ganjar Pranowo mendapat penjelasan soal pertanian organik dari Kelompok Tani Bangkit Merbabu.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kelompok tani Bangkit Merbabu sebagai pengembang pertanian organik, saat ini menjadi langganan hotel berbintang di Kota Semarang. Bahkan, saat ini juga telah mendapatkan sertifikasi karena mampu mengolah pertanian organik secara berkelanjutan.

Ketua Kelompok Tani Bangkit Merbabu Rebo Wahono mengatakan dengan kondisi alam di lereng Gunung Merbabu, menjadikan pengolahan pertanian organik bisa dengan mudah dikembangkan. Sehingga, banyak petani beralih menjadi petani organik. Hal itu dikatakan saat ditemui di lokasi pengembangan pertanian organik, baru-baru ini.

Rebo menjelaskan, warga Desa Batur di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang mulai menekuni pertanian organik sejak 2008 silam. Saat ini, sudah ada 111 jenis produk pertanian organik yang dikembangkan.

Menurutnya, produk pertanian organik dari desanya sudah diekspor ke Singapura dan beberapa negara lainnya. Saat ini, pihaknya juga mendapat kepercayaan untuk menyuplai produk sayuran dan buah organik untuk Accor Group di Kota Semarang.

“Kebetulan Bangkit Merbabu itu ada empat kelompok binaan. Ada Kepala Tani, Karya Muda dan Mekar Asri. Saat ini sudah ada sekitar 111 jenis macam sayur, dan kita menyuplai hotel Accor di Semarang. Kita sebagai petani organik sangat menjanjikan, karena tidak perlu harus beli pupuk atau pestisida, dan semuanya bikin sendiri,” kata Rebo.

Lebih lanjut Rebo menjelaskan, pertanian organik cukup menjanjikan karena hasil panennya mampu mencapai lebih dari 60 persen dibanding pertanian sebelumnya. Terlebih lagi, tidak banyak mengeluarkan biaya pembelian pupuk kimia atau pestisida.
Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo meminta pertanian organik harus terus dikembangkan. Tidak hanya di Kabupaten Semarang saja, tetapi juga di Kudus dan Boyolali atau daerah lereng pegunungan lainnya di Jateng.

“Kita tinggal kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIDA, untuk mencari benih-benih unggul sebagai komoditasnya,” ujar Ganjar. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemkab Mukomuko Belajar Industri Kreatif ke Jateng
Artikel selanjutnyaKarena Gas Bumi, Warga Tak Lagi Bergantung Pada Elpiji

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini