TNI AL Sebut Laut Jateng Terjadi Sedimentasi Yang Parah

Laksamana Madya TNI Nurhidayat
Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat menyerahkan peta oseanografi kepada Gubernur Ganjar Pranowo.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut menyebutkan, jika perairan laut di Jawa Tengah terjadi pendangkalan atau sedimentasi yang cukup parah. Sehingga, pemerintah daerah harus segera melakukan tindakan nyata untuk mengembalikan kedalaman perairan laut di Jateng.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat mengatakan pihaknya telah melakukan survei pemetaan di sejumlah titik di pesisir pantai utara di Jateng, mulai dari Tegal hingga Pekalongan ke Batang dan Semarang. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantor gubernur, kemarin.

Nurhidayat menjelaskan, survei dilakukan untuk meneliti kedalaman laut dan deras tidaknya arus serta sebagainya. Penelitian dilakukan selama kurang lebih 50 hari, dan hasilnya cukup memprihatinkan.

Menurutnya, hasil survei yang dilakukan itu bisa dijadikan dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil tindakan konservasi. Yakni, mengembalikan kedalaman laut dan mencegah sedimentasi semakin parah.

“Pendangkalannya sangat tinggi. Dulu tahun 1900, dalamnya bisa tujuh meter, sekarang tinggal sedikit. Itu artinya apa, itu sangat tinggi sedimentasinya. Itu yang memang harus kita waspadai bersama. Kami ingin membantu Jawa Tengah,” kata Nurhidayat.

Lebih lanjut Nurhidayat menjelaskan, pihaknya juga siap membantu pemerintah daerah jika akan mengembangkan sektor kelautan. Salah satunya, pemanfaatan gelombang atau arus laut untuk dijadikan energi listrik alternatif.

“Kami siap membantu, karena penelitian ini juga nantinya bermanfaat jika akan digunakan sebagai energi alternatif berbasis arus air laut. Kapan saja kami siap, karena kami punya data lengkapnya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaSituasi Ekonomi Masih Sulit, Pengusaha Minta Pekerja Tak Merengek Kenaikan Gaji Besar
Artikel selanjutnyaBerkat Inovasinya Fahmi Mubarok Dosen ITS menjadi Finalis European Inventor Award 2022