Berkat Inovasinya Fahmi Mubarok Dosen ITS menjadi Finalis European Inventor Award 2022

Fahmi Mubarok
Fahmi Mubarok ST MSc PhD, dosen dari Departemen Teknik Mesin ITS Surabaya yang jadi Finalis European Inventor Award 2022.(Photo dok Fahmi)

Surabaya, Idola 92.6 FM – Sejak 2010, Fahmi Mubarok ST MSc PhD, dosen dari Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat pelapis keramik semprot termal untuk memperpanjang umur produk. Selang dua tahun berikutnya, inovasi ini berhasil dan akhirnya didaftarkan untuk mendapatkan paten.

Menurut Fahmi, awalnya ada orang Jerman yang melakukan penelitian. Tapi berhenti di tengah jalan. “Kami dua tahun melakukan penelitian dan membuat ini saat mengambil S3 di Norwegia,” tutur Fahmi kepada radio Idola, pagi (05/08) tadi.

Selesai melakukan penelitian, pada tahun 2012, ia patenkan teknologinya. ”Setelah paten keluar, kita berpikir, mau buat perusahaan atau kerjasama dengan yang lain,” tambah Fahmi.

Fahmi Mubarok
Fahmi Mubarok ST MSc PhD, dosen dari Departemen Teknik Mesin ITS Surabaya berinovasi membuat pelapis keramik semprot termal untuk memperpanjang umur produk. (Photo dok Fahmi)

Berkat inovasinya tersebut, Fahmi dinobatkan menjadi salah satu finalis Innovation Prize European Patent Office di European Inventor Award 2022.

“Saya dinobatkan menjadi salah satu dari empat finalis dalam kategori SMEs atau UKM. Sebagai start-up yang sudah mendapatkan pasarnya,” katanya. Tidak hanya itu, pada tahun 2022, dirinya mendapat kontrak dengan European Space Agency (ESA) atau Badan Antariksa Eropa.

Menurut Fahmi semua keberhasilan ini tak lepas dari dukungan keluarga.“Support keluarga, istri dan anak yang ikut ke sana,”jawab Fahmi ketika ditanya siapa orang yang besar pengaruhnya atas prestasi ini.

Selengkapnya, mengenal inovasi pelapis keramik semprot termal untuk memperpanjang umur produk, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Fahmi Mubarok ST MSc PhD, dosen dari Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Finalis European Inventor Award 2022. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaTNI AL Sebut Laut Jateng Terjadi Sedimentasi Yang Parah
Artikel selanjutnyaMenelisik RKUHP, Apa Saja Pasal-pasal dalam RKUHP yang Masih Dianggap Kontroversi?