Warga Sugihmas Tak Lagi Ambil Air Dari Sungai

Tandon air bersih
Gubernur Ganjar Pranowo melihat tandon air bersih yang dibuat untuk warga Desa Sugihmas di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Warga Desa Sugihmas di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang bisa mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari, dari sebelumnya selalu mengandalkan air dari sungai dan setiap hari harus memikul ke rumah. Sebab, Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkab Magelang dan anggaran dari Dana Desa bergerak membangun saluran air bersih sejak Agustus 2021.

Kades Sugihmas Srianto mengatakan sudah sejak zaman orang tua atau leluhurnya, warga selalu kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan pasokan air hanya dari sungai sekitar yang kondisinya tidak layak dikonsumsi. Hal itu dikatakan saat menerima kunjungan Gubernur Ganjar Pranowo ke tempatnya, belum lama ini.

Srianto menjelaskan, sejak 2018 kemarin pihaknya mengusulkan ke Pemkab Magelang dan Pemprov Jateng untuk mendapatkan bantuan penyaluran air bersih. Sehingga, warga tidak setiap tahun harus kesulitan mendapatkan air bersih.

Menurut Srianto, saat ini sudah ada lebih dari 500 kepala keluarga (KK) yang memasang air bersih dari sumbernya.

“Ngambil air dari sungai-sungai itu air kotor, kadang-kadang dapat bantuan mobil tangki dari aparat setempat. Itu sudah dari dulu, mas. Sekarang ada PAMSIMAS sekitar lima bulanan. Airnya lebih bersih dibandingkan yang dulu, karena air dari sungai. Kalau dibuat sumur itu kedalamannya harus 17 meter lebih baru bisa keluar airnya,” kata Srianto.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, keluhan yang disampaikan warga Desa Sugihmas itu sudah diterima sejak 2018 kemarin. Saat itu, dirinya sedang berkunjung ke Desa Sugihmas dan masyarakatnya melapor soal sulitnya mendapatkan air bersih.

Menurutnya, saat itu cukup sulit menemukan cara mengalirkan air dari bawah ke Desa Sugihmas yang posisinya berada di atas sumber.

“Karena daerah ini sulit air. Terus kemudian kita coba berikhtiar ada sumbernya, dan ini bentuk kolaborasi yang bagus. Jadi ada bantuan dari provinsi, kabupaten dan dari desa,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, untuk menyedot air dari sumber itu diperlukan tandon penampungan air dan panel surya sebagai penggerak pompa air. (Bud)

Artikel sebelumnyaASITA Jateng Sebut Tren Wisata 2022 Lebih ke Alam Terbuka
Artikel selanjutnyaSindikat Pengganjal Mesin ATM Diringkus Polisi