BI Jateng Siap Bantu TP2DD Kota Magelang Tingkatkan IETPD

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz saat memberi sambutan di acara High Level Meeting Pemkot Magelang, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah siap mengawal Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Magelang, yang akan fokus meningkatkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD)

Khususnya pada aspek penerimaan daerah, dalam pembahasan strategi Championship TP2DD 2023.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Junanto Herdiawan mengatakan TP2DD Kota Magelang mengalami peningkatan IETPD sebesar 97,8 persen, atau kedua tertinggi di provinsi ini. Hal itu dikatakan usai mengikuti High Level Meeting Pemkot Magelang, kemarin.

Junanto menjelaskan, peningkatan bisa dilakukan dengan didukung penyediaan kanal dan infrastruktur pembayaran digital yang lengkap.

Digitalisasi dapat terus ditingkatkan dengan optimalisasi realisasi penerimaan daerah, melalui kanal QRIS dan peningkatan kapabilitas SDM teknis TP2DD.

Menurutnya, dukungan Bank Indonesia terhadap elektronifikasi transaksi pemerintah daerah disemarakkan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) 2023.

“FEKDI ini mengangkat tema Synergy and Innovation of Digital Economy: Fostering Growth yang pada hari bersamaan diselenggarakan di Jakarta dan dihadiri Presiden Joko Widodo, gubernur Bank Indonesia dan menteri koordinator bidang perekonomian,” kata Junanto.

Sementara itu Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menambahkan, sosialisasi dan edukasi perlu dikedepankan agar masyarakat terbiasa menggunakan sistem pembayaran nontunai lewat kanal QRIS.

Khususnya pada pajak dan retribusi daerah yang dibayarkan masyarakat.

Menurutnya, Pemkot Magelang juga menargetkan digitalisasi terutama penggunaan kanal QRIS dapat diadopsi sepenuhnya pada 2023.

”Kami terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia supaya bisa mengadopsi pola pikir digital baik dari SDM teknis Pemkot dan masyarakatnya,” ucap Azis.

Sementara pada FEKDI 2023 dilakukan peluncuran Kartu Kredit Pemerintah Domestik (KKPD), dan QRIS Antarnegara Indonesia-Malaysia yang dapat disinergikan untuk mendukung implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. (Bud)

Artikel sebelumnyaBPS: Tingkat Pengangguran Terbuka di Jateng 5,24 Persen Pada Februari 2023
Artikel selanjutnyaMengenal Siswa MTsN 1 Pati yang Lolos ke Final WMI 2023 Di Seoul