Peduli Pengelolaan Sampah, Bandara Ahmad Yani Gandeng Pegiat Maggot Puhon Indonesia Lestari

Fajar Purwawidada
GM Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Fajar Purwawidada saat menyerahkan bantuan pengelolaan sampah dengan budidaya maggot.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dalam upaya menyelesaikan persoalan sampah, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mengandeng pegiat magot Puhon Indonesia Lestari untuk pengembangan pengelolaan sampah.

Yakni dengan budidaya magot, dalam upaya pengelolaan sampah.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Fajar Purwawidada mengatakan pihaknya menggandeng Puhon Indonesia Lestari, untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sampah dengan budidaya magot sebagai pengurai sampah organik. Hal itu disampaikan melalui siaran pers, hari ini.

Fajar menjelaskan, guna membantu pengelolaan sampah dengan budidaya maggot itu pihaknya menyerahkan bantuan senilai Rp111.750.000 kepada penanggung jawab Puhon Indonesia Lestari.

Dana bantuan itu digunakan untuk penyediaan peralatan budidaya magot, alat pengolah sampah dan alat transportasi pengambilan sampah di Bandara.

“Saat ini sangat diperlukan penanganan serius terhadap sampah agar tidak berdampak buruk pada lingkungan. Pemberian bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan harapan ke depannya kepada Puhon Indonesia Lestari, dapat mengajak masyarakat lain untuk mengelola sampah dengan baik. Yakni memilah sampah-sampah organik dan non-organik, sehingga bisa menghasilkan nilai dan mengurangi sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir sampah,” kata Fajar.

Lebih lanjut Fajar menjelaskan, pengelolaan sampah di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani saat ini nilai residu buangannya mencapai 50 persen dan telah menerapkan pengelolaan sampah dengan budaya magot sebagai pengurai sampah organik.

“Sampah non-organik yang mempunyai nilai ekonomis dijual yang hasilnya dipakai untuk pembiayaan operasional TPS di bandara,” jelasnya.

Diketahui, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang terus menerapkan konsep Eco Airport dan Green Airport dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pengunaan lampu hemat energi serta pengelolaan sampah dan limbah. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenyoroti Penerapan Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) Berbasis Kuota dan Zona
Artikel selanjutnyaTerbang ke New York, Pertamina Patra Niaga Jadi Finalis Platts Global Energy Awards 2023