Bagaimana Menghindari Dampak “Demographic Winter”?

Populasi penduduk usia tua
Photo/Istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Sebuah pandangan yang mungkin saja bisa terjadi di Indonesia, di mana profesi guru dan bidan, bahkan rumah bersalin akan lenyap, khususnya di kota-kota besar. Ini adalah buntut dari kondisi yang disebut demographic winter. Hal itu dikatakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia-Rhenald Kasali di kanal YouTube-nya.

Demographic winter adalah kondisi demografi yang didominasi oleh penduduk usia tua, di mana jumlah penduduk usia muda yang semakin sedikit akibat rendahnya angka fertility rate atau angka kelahiran bayi dalam sebuah populasi.

Mengelaborasi ucapan Paus Fransiskus, Rhenald Kasali menyebut demographic winter potensial terjadi di Jakarta dan kota-kota lainnya. Hal ini karena ciri-ciri demographic winter yang mulai terlihat. Seperti, semakin menuanya penduduk di suatu kota, yang bisa dilihat di gang, jalan, penjaga toko, pekerja bandara yang hampir semuanya adalah orang-orang tua.

Lalu, apakah fenomena demographic winter ini merupakan sebuah ‘siklus’ yang tak terhindarkan? Atau termasuk jenis risiko yang bisa dicegah? Apakah demographic winter berhubungan dengan fenomena “Depopulasi” yang kini sedang terjadi di Jepang, Korea, dan China?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof Rhenald Kasali. (her/yes/ao)

Simak podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi di Tengah Ancaman Jumlah Lajang yang Terus Meningkat?
Artikel selanjutnyaKetut Cana Berinovasi Membuat TrashKleng