Ketut Cana Berinovasi Membuat TrashKleng

Ketut Cana
Ketut Cana, pencetus TrashKleng dari Desa Sinabun Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali.(Foto: Cana)

Bali, Idola 92.6 FM – Melihat persoalan sampah di lingkungannya, sosok satu ini berinovasi membuat TrashKleng. TrashKleng merupakan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi filamen dan menghasilkan sejumlah benda ekonomis dengan printer 3 Dimensi (3D). Inovasi ini berhasil menjadi Juara I Nasional dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara XXIV Tahun 2023 Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI kategori inovasi.

Sosok itu adalah Ketut Cana (33) pencetus TrashKleng dari Desa Sinabun/ Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Menurut Cana, panggilan akrabnya, ia melakukan riset-riset tersebut sejak 2019 lalu. Jatuh, bangun. Gagal, coba lagi. Hingga akhirnya mendapat penghargaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Ketut Cana
Ketut Cana, pencetus TrashKleng bersama karyanya.(Foto: Cana)

“Awalnya coba-coba, main-main dengan anak-anak,”tutur Cana kepada radio Idola, pagi (29/04) tadi.

Menurutnya, ia memanfaatkan barang-barang yang ada. Alat yang dihasilkan punya kelebihan dan kekurangan. Tapi itu tak menyurutkan tekadnya untuk berbagi inovasi tersebut. Dari perjalanan berinovasi, ia mengambil hikmah.

Hasil inovasi pengolahan sampah plastik
Inilah hasil inovasi pengolahan sampah plastik menjadi filamen dan menghasilkan sejumlah benda ekonomis dengan printer 3 Dimensi. (Foto: Cana)

“Ketika kita konsisten untuk berlajar sesuatu, dan menghasilkan sesuatu, jangan pernah berhenti,”tambahnya.

Selengkapnya, berikut ini, wawancara radio Idola Semarang bersama Ketut Cana, pencetus TrashKleng dari Desa Sinabun Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Menghindari Dampak “Demographic Winter”?
Artikel selanjutnyaMbak Ita Dampingi MenpanRB Sidak Pelayanan Kesehatan di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang