Cerita Petani Klaten Sulit Cari Air Untuk Airi Sawahnya

pompa air
Para petani di Klaten menggunakan pompa air untuk mengairi sawah.

Semarang, Idola 92,6 FM-Setiap masa kemarau atau kering, para petani di Jawa Tengah kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk mengairi sawahnya.

Termasuk, para petani yang ada di Desa Tumpukan di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten.

Perwakilan Kelompok Tani Dadi Mulyo, Mulyadi mengaku, jika pada akhir 2023 kemarin dirinya menjadi korban musim kemarau berkepanjangan. Hal itu dikatakan saat ditemui di areal sawah miliknya, kemarin.

Menurut Mulyadi, ada 31 hektare lahan sawah milik kelompok taninya yang kekurangan air dan harus disuplai air dari Kabupaten Wonogiri.

“Dulu itu masih kekurangan air untuk mengairi sawah. Airnya untuk mengairi sawah kita dapat dari Wonogiri, dan itu saja yang bisa terairi baru bisa 50-60 persennya,” ujar Mulyadi.

Mulyadi berharap, datangnya bantuan pompa air yang diberikan pemerintah akan membantu para petani untuk mengairi sawah.

Atas bantuan pompa tersebut, kebutuhan air bagi lahan pertanian bisa tercukupi.

“Mudah-mudahan berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal,” ucap Mulyadi.

Sementara Pj Gubernur Nana Sudjana menjelaskan, untuk di Klaten diberikan bantuan 92 unit pompa air dan 25 irigasi perpompaan.

Sedangkan luas sawah tadah hujan di Klaten mencapai 1.361 hektare, dengan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 355.717 ton.

“Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi penyangga kebutuhan pangan nasional. Bantuan pompa air dan alsintan kepada kelompok tani ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani. Kalau proses ini berhasil, maka akan ada tambahan sekitar 1,2 juta sampai 1,5 juta ton,” kata Nana. (Bud)