Peduli Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Jaga Ekosistem Laut dan Pesisir Lewat KKPRL

Trenggono
Menteri KKP Wahyu Trenggono (dua dari kanan) saat menerima penjelasan terkait penyelenggaraan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) yang dilakukan Pertamina Patra Niaga.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dalam upaya ikut menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir, Pertamina Patra Niaga aktif mematuhi penyelenggaraan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berdasarkan pemetaan, 147 fasilitas Pertamina Patra Niaga berada di wilayah yang berbatasan dengan laut dan wajib mematuhi segala perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku khususnya penyelenggaraan KKPRL.

Direktur Rekayasa & Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga Eduward Adolof Kawi mengatakan keberadaan unit operasi Pertamina di seluruh Indonesia, menjadi alasan penting pihaknya mematuhi penyelenggaraan KKPRL. Hal itu disampaikan usai mengikuti Rakernis dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, kemarin.

Menurutnya, selain mematuhi penyelenggaraan KKPRL itu Pertamina Patra Niaga juga menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat yang berkaitan dengan kehidupan kelautan dan perikanan.

Mulai dari penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, coastal clean up, pemberdayaan nelayan, pembinaan produk UMKM berbahan baku hasil olahan laut dan sebagainya.

Eduward menjelaskan, 70 persen unit lokasi dan fasilitas Pertamina Patra Niaga telah berhasil menerbitkan KKPRL.

Sementara untuk lainnya, akan diselesaikan akhir tahun ini.

“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada kami. Ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus mempercepat komitmen pemenuhan KKPRL yang masih dalam proses. Ini juga menjadi bukti kami taat, dan guna menunjang keberlangsungan bisnis Pertamina Patra Niaga dalam Perizinan Berusaha Berbasis Risiko,” kata Eduward.

Lebih lanjut Eduward menjelaskan, Pertamina Patra Niaga juga memiliki program Energizing Fisheries in Indonesia dalam rangka mendorong penurunan emisi karbon atau dekarbonisasi serta meningkatkan ekonomi pelayan.

Program lainnya adalah konversi bahan bakar minyak (BBM) ke elpiji bagi nelayan dan pendirian SPBU nelayan atau SPBUN yang tersebar di wilayah pesisir guna mendukung ketersediaan serta distribusi energi bagi nelayan untuk melaut.

“Harapannya, dengan pemenuhan regulasi dan program-program lain yang menunjang kehidupan di pesisir dan laut ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekaligus lingkungan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMbak Ita Dampingi MenpanRB Sidak Pelayanan Kesehatan di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang
Artikel selanjutnyaIbunda Ernando Ikut Nobar di Polda Jateng, Beri Semangat Lewat Salawat