Wahai Pangkalan Elpiji, Ini Pesan Kementerian ESDM Soal Penyaluran Elpiji Bersubsidi

elpiji 3 kilogram
Petugas menata tabung elpiji 3 kilogram yang akan dikirim ke pelanggan.

Semarang, Idola 92,6 FM – Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral nomor T-190/MG.05/DJM/2023 tanggal 8 Januari 2023 perihal Kewajiban Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji Tabung 3 Kg, agen (penyalur) dan pangkalan (sub penyalur) elpiji tiga kilogram mendistribusikan minimal 80 persen elpiji bersubsidi langsung kepada konsumen akhir terhitung mulai 1 Maret 2023.

Konsumen akhir elpiji tiga kilogram adalah rumah tangga miskin, usaha mikro, petani sasaran dan nelayan sasaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan sebelum 1 Maret 2023, kebijakannya adalah minimal 70 persen elpiji bersubsidi disalurkan langsung ke konsumen akhir. Hal itu disampaikan melalui siaran pers, Jumat (19/4).

Brasto menjelaskan, pangkalan diarahkan untuk lebih banyak mendistribusikan elpiji tiga kilogram ke konsumen akhir.

Pihaknya juga mengimbau konsumen, bisa langsung membeli ke pangkalan yang terdapat papan nama pangkalan elpiji tiga kilogram.

“Petani sasaran dan nelayan sasaran merupakan petani dan nelayan yang telah mendapatkan paket konversi dari pemerintah. Konsumen seperti rumah tangga tidak miskin dan usaha di atas level mikro, tidak berhak menggunakan elpiji subsidi,” kata Brasto.

Lebih lanjut Brasto menjelaskan, untuk di Kota Semarang terdapat 3.289 pangkalan elpiji tiga kilogram.

Apabila dibagi dengan jumlah kelurahan, maka jumlah rasionya sudah mencapai rerata 18 pangkalan elpiji tiga kilogram resmi di Kota Semarang dalam satu kelurahan.

Artinya, jumlah tersebut bisa menjangkau konsumen akhir elpiji tiga kilogram.

“Menjawab adanya keluhan soal elpiji langka di Kota Semarang, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah menambah pasokan 128 ribu tabung elpiji tiga kilogram. Penambahan ekstra elpiji tersebut disalurkan secara bertahap sejak awal April 2024, atau sebelum Idul Fitri atau Lebaran berkoordinasi dengan Pemkot Semarang,” jelasnya.

Brasto menyatakan, selama masa libur Lebaran memang diakui terjadi kenaikan konsumsi elpiji tiga kilogram.

“Kota Semarang menjadi tuan rumah bagi para pemudik, dan banyak aktivitas masak-memasak di rumah tangga serta usaha mikro sehingga terjadi lonjakan konsumsi elpiji tiga kilogram,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDukung SDG, Prof Ngatindriantun Gagas Smart Farming 5.0
Artikel selanjutnyaSatu Lagi BPR di Kudus Dicabut Izin Usahanya