Semarang, Idola 92,6 FM-Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan yang sempat dilaporkan redup dan mengecil, kini kembali menyala normal.
Dinas ESDM Jawa Tengah memastikan kondisi tersebut bukan karena api padam, melainkan gangguan aliran gas akibat faktor alam dan kurangnya perawatan saluran gas.
Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto mengatakan mengecilnya nyala Api Abadi Mrapen, dipicu tersumbatnya rongga dan aliran gas di bawah tanah. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, Senin (9/2).
Agus menjelaskan, kondisi tersebut diperparah karena curah hujan tinggi yang menyebabkan pelarutan sedimen dan air masuk ke jalur gas.
Air dan sedimen yang menumpuk di dalam sumur, akhirnya menyumbat saluran gas menuju titik api.
“Sumur sempat tidak berfungsi optimal, karena tidak dilakukan perawatan rutin. Sumur gas itu seharusnya dibersihkan secara berkala. Karena lama tidak diaktivasi, sedimennya menumpuk. Kemarin sudah kami bersihkan melalui proses flushing, disemprot dan dibersihkan dengan air,” kata Agus.
Menurut Agus, hasil pembersihan tersebut membuat aliran gas kembali lancar.
Berdasarkan laporan dan dokumentasi lapangan, Api Abadi Mrapen kembali menyala bersih sejak malam 6 Februari 2026 dan dipastikan stabil hingga laporan terakhir pada 8 Februari 2026.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, Dinas ESDM Jateng berencana melakukan perawatan rutin pada saluran gas serta memerketat pengawasan terhadap pengambilan gas ilegal.
Langkah ini dilakukan, untuk menjaga kelestarian Api Abadi Mrapen sebagai warisan alam dan budaya.
“Semua yang ingin awet itu butuh perawatan. Sama seperti mesin atau kendaraan. Kalau dirawat, umurnya bisa lebih panjang. Harapannya Api Abadi Mrapen bisa tetap terjaga dan lestari,” pungkasnya. (Bud)













