Semarang, Idola 92,6 FM-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena yang kerap disebut “super flu”.
Ketua Umum IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan penyakit ini merupakan gejala influenza, yang disebabkan virus influenza A subklan baru yang dilaporkan lebih sulit dikenali serta berpotensi menembus kekebalan tubuh yang sudah terbentuk sebelumnya. Hal itu disampaikan melalui siaran pers secara daring, belum lama ini.
Piprim menjelaskan, langkah paling mendasar dalam menghadapi penyakit menular, termasuk influenza, adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 seharusnya menjadi pelajaran. Kebiasaan mencuci tangan, memakai masker saat sakit, serta menghindari kerumunan perlu kembali dibiasakan, terutama di musim seperti sekarang,” kata Piprim.
Piprim menjelaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan, mengingat Indonesia tengah memasuki musim hujan yang disertai berbagai bencana di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut dinilai dapat memerberat risiko penularan penyakit, termasuk influenza yang berpotensi memerburuk kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana.
“Influenza A tergolong berbahaya pada anak-anak, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Anak dengan asma, penyakit paru kronis, penyakit jantung bawaan, hingga gangguan metabolik seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan sindrom metabolik lainnya, berisiko mengalami gejala yang lebih berat bila terinfeksi influenza A tipe baru,” jelasnya.
Lebih lanjut Piprim menjelaskan, sebagai langkah pencegahan, IDAI kembali menekankan pentingnya imunisasi influenza.
Imunisasi dianjurkan diberikan pada anak usia enam bulan ke atas dan bayi yang belum mencapai usia tersebut dapat dilindungi melalui imunisasi influenza pada ibu hamil, sehingga antibodi dapat ditransfer untuk melindungi bayi, termasuk bayi prematur.
“Imunisasi tetap bermanfaat, terutama untuk mencegah kejadian fatal. Dikombinasikan dengan PHBS dan gizi yang baik, diharapkan dapat mengurangi beratnya gejala apabila anak terinfeksi influenza,” pungkasnya. (Bud)













