Daerah aliran sungai Batang Air Dingin merupakan salah satu lokasi yang akan dijadikan tempat penanam pohon "Sejuta Pohon Untuk Sumbar".(Foto: Yose)

Sumbar, Idola 92.6 FM-Dini hari pada 29 November 2025 menjadi hari yang mencekam di Sumatra Barat (Sumbar). Saat itu, longsor dan banjir bandang meluluh lantakkan sebagian wilayah Sumatra Barat. Tak terhitung kerugian materi dan bahkan ratusan nyawa melayang.

Bencana telah melumpuhkan jalur transportasi dan pergerakan ekonomi. Ini berarti kerusakan ekologis menjadi ancaman bagi keberlanjutan lingkungan. Kini saatnya Sumbar bangkit.

Salah satu aktivis Sumatra Barat dari Rumah Aktivis Sejahtera, Pati Hariyose yang ikut andil dalam kegiatan “Sejuta Pohon Untuk Sumbar”.(Foto: Yose)

Atas kondisi itu, “Rimbo Andalas Project ” hadir dengan aksi kolaborasi bersama Rumah Aktivis Sejahtera mengobati luka ekologis dengan “Sejuta Pohon Untuk Sumbar”. Aksi reboisasi/reforestasi ini akan dimulai di kota Padang dengan penanaman 10 ribu bibit pohon dengan fokus di daerah aliran sungai yang meliputi Batang Kandis, Batang Air Dingin, Batang Kuranji, dan Sungai Batu Busuk.

Salah satu aktivis Sumbar dari Rumah Aktivis Sejahtera, Pati Hariyose mengatakan, kegiatan ini akan dimulai pada 10 Januari 2026 mendatang. Sedangkan proyeksi tanam pohon ini akan berlangsung sekitar 6-8 bulan. Sementara jenis tanaman yang akan ditanam bervariasi.

Rapat antar instansi/lembaga dan aktivis yang digelar hari ini (05/01) untuk kegiatan “Sejuta Pohon Untuk Sumbar”. Penanaman pohon akan dilakukan secara serentak di sejumlah titik pada 10 Januari 2026.(Foto: Yose)

“Akan bervariasi, ada tanaman produktif juga, ada jenis tanaman hutan, kalaupun ada tanaman buah… buah yang dari hutan durian, matoa, jengkol, pete, dan ada bamboo kuning untuk memperkuat tebing,”tutur Yose panggilan akrab Pati Hariyose kepada radio Idola Semarang, pagi (05/01) tadi.

Lalu, siapa saja yang akan terlibat dalam kegiatan ini?

Selengkapnya, mengenai apa itu kegiatan “Rimbo Andalas Project” berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan salah satu aktivis Sumbar dari Rumah Aktivis Sejahtera, Pati Hariyose. (yos/yes/her)

Simak podcast wawancaranya: