Semarang, Idola 92,6 FM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) di Jawa Tengah, dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pertumbuhan ekonomi di Jateng di 2025 kemarin sebesar 5,37 persen, juga tak lepas dari kontribusi dari ratusan perusahaan yang berada kawasan tersebut.
Kepala BPS Jateng Ali Said mengatakan KEK dan KI, berkontribusi terhadap total pertumbuhan ekonomi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 1,87 persen. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Menurut Ali Said, hal itu meliputi 0,98 persen KEK dengan nilai mencapai Rp4,86 triliun dan KI sebesar 0,89 persen atau sekira Rp4,43 triliun.
Ali Said menjelaskan, kontribusi KEK dan KI terhadap industri pengolahan sebesar 3,70 persen dengan rincian 2,33 persen dari KEK dengan nilai Rp3,86 triliun dan 1,37 persen dari KI dengan nilai Rp2,26 triliun.
Industri pengolahan berkontribusi pada 2025 sebesar 33,38 persen.
“Itu lumayan besar terhadap perekonomian. Ini baru yang sudah beroperasi. Ada juga yang belum beroperasi secara penuh sehingga ke depannya saya kira akan lebih besar lagi,” kata Ali Said.
Lebih lanjut Ali Said meminta dukungan dari Pemprov Jateng, terkait rencana sensus ekonomi yang akan dilakukan pada Mei-Juli 2026.
Sensus ekonomi tersebut, akan memotret bagaimana daya saing usaha di Jateng dan memetakan perekonomian wilayah serta memotret tentang ekonomi lingkungan dan ekonomi hijau, juga perkembangan UMKM dan kontribusinya terhadap perekonomian.
“Ada juga persoalan yang dihadapi dunia usaha. Itu beberapa isu yang akan dilakukan dalam sensus ekonomi 2026,” pungkasnya. (Bud)















