Pembongkaran Pasar Peterongan Dihentikan Sementara

photo: suaramerdeka

IdolaFM, Semarang – Proses revitalisasi pasar-pasar tua yang termasuk dalam kategori cagar budaya di Kota Semarang, menuai Pro dan Kontra. Yang terbaru, revitalisasi pasar Peterongan Semarang yang saat ini sudah memasuki tahap pembongkaran dihentikan sementara karena disoal oleh sejumlah kalangan peduli cagar budaya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko menyatakan, saat ini proses renovasi untuk revitalisasi masih jalan meskipun dihentikan sementara. “Pemenang tender melalui proses lelang untuk pelaksanaan kegiatan juga sudah ditentukan,” kata Trijoto kepada Idola FM, pascapengentian pembongkaran sementara (12/6).

Namun demikian, terkait pembongkaran yang dilakukan oleh Dinas Pasar Kota Semarang pada Kamis 11 Juni lalu, pegiat Sejarah Kota Semarang menghentikan pembongkaran Pasar Peterongan yang rencananya dirobohkan. Penghentian yang melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) setempat itu, dimaksud untuk mempertahankan bangunan pasar yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Aktivis Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Kota Semarang Yunantyo Adi Setiawan memprotes pembongkaran yang dilakukan oleh Dinas Pasar Kota Semarang. Menurutnya, status Pasar Peterongan sebagai cagar budaya, seharusnya diperlakukan seperti layaknya bangunan bersejarah yang memiliki aset tinggi.

Menurutnya, KPS menyayangkan kesepakatan Dinas Pasar Kota Semarang dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya yang menandatangani kesepakatan pembongkaran 4/5 dari bangunan pasar peterongan. “Padahal, dengan sisa bangunan 1/5 pasar peterongan akan mengurangi nilai sejarah dari bangunan yang dibuat oleh Thomas Karsten pada tahun 1916 tersebut,” ujar dia.

Terkait penolakan pembongkaran dari KPS Kota Semarang tersebut, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengungkapkan, proses pembongkaran akan dilakukan sesuai dengan konsep yang sudah dirumuskan yakni ada beberapa bagian dari bangunan pasar peterongan yang akan tetap dipertahankan sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah. “Selain itu, fasad (eksterior sebuah bangunan-red) depan atau tampak depan dari bangunan Pasar Peterongan, ruang terbuka dan pohon asem yang berada di pasar peterongan akan tetap di pertahankan.”

Seperti diketahui, Pasar Peterongan merupakan salah satu pasar tertua di Kota Semarang yang dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda pada tahun 1916 oleh Thomas Karsten. Pasar Peterongan ini merupakan pasar yang pertama kali menggunakan struktur beton yang dibangun pada masa kolonial. Pasar ini telah ditetapkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kota Semarang dan mendapat rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) sebagai bangunan cagar budaya. (HeriCS/Idola)

Artikel sebelumnyaIronis, Raskin Dijual Bebas Di Pasaran
Artikel selanjutnyaRamadhan, Operasional Tempat Hiburan Dibatasi