Aktivis: Indonesia Terancam Krisis Listrik Di Daerah Terpencil

Ilustrasi Istimewa.

Semarang, Idola 92.6 FM – Indonesia masih menyimpan ancaman krisis listrik di daerah-daerah terpencil seperti di luar pulau Jawa. Presiden Joko Widodo pun mengebut pengerjaan proyek pembangkit listrik di penjuru tanah air. Setidaknya, Jokowi sudah meresmikan pembangunan enam pembangkit listrik dalam kurun waktu dua pekan.

Terkini, yakni pada 10 Juni 2016 kemarin, Jokowi kembali meresmikan dimulainya pembangunan PLTU Lontar, Banten yang memiliki kapasitas 1×315 megawatt. Proyek ini merupakan tambahan tiga pembangkit berkapasitas 3×315 yang telah beroperasi sebelumnya.

Terkait dengan krisis listrik, CEO Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni menyatakan, persoalan ini bukan masalah listrik teknis saja tetapi juga non-teknis yang menyangkut mental bangsa dan harus diperbaiki. Sebab, program-program yang sudah dicanangkan belum didukung 100 persen oleh semua pelaku ketenaga-listrikan yang semestinya turut andil menyukseskannya.

“Berbeda dengan di Jawa dan kota-kota besar yang dipikirkan itu hanya bagaimana menambah listriknya. kita bicara bagaimana memenuhi listrik di daerah-daerah terpencil karena harus benar benar didukung 100 persen,” pungkasnya dalam Panggung Civil Society Radio Idola, Senin (13/6).

Menurut Tri Mumpuni, ada 3 hal yang terpenting pada program kelistrikan di daerah-daerah terpencil yakni bagaimana perencanaan, implementasi, dan perawatannya. Kalau dari tiga hal itu ada yang hilang satu saja maka akan mangkrak dan tidak bakal ada penyelesaian.

Tri Mumpuni yang juga aktivis penerang desa ini mengakui, saat ini memang kondisi kelistrikan di Indonesia berada dalam ancaman krisis listrik. Untuk itu, semua pihak harus berpikir ulang, sebab semua pemangku kebijakan yang bertanggung jawab harus duduk bersama.

“Kita harus berpikir ulang, semua stakeholder harus duduk bersama dan harus ada leadership. kita punya energi matahari, biogas, mikrogeothermal, dan lain masih banyak potensi pendukung,” Tuturnya.

Terkait dengan target pemerintah yang membangun pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu Megawatt. Tri Mumpuni berpendapat, sebagai bangsa mimpi ini harus diwujudkan dan didukung semua pihak. Selain itu pemanfaatan energi terbarukan juga sudah masif diimplementasikan. (Heri CS/Diaz Abidin)

Artikel sebelumnyaBank Jateng Salurkan Mitra 25 Senilai Rp 30 M di Jateng
Artikel selanjutnyaKomisi 7 DPR: Produksi Listrik Lebih Tinggi Dari Konsumsi Tapi Masih Krisis