BNN Sebut Lapas Kurang Kooperatif Berantas Narkoba

Semarang, Idola 92.6 FM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengakui banyak kasus peredaran narkotika selama ini dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan namun masih sulit untuk diungkap.

Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP Jawa Tengah Suprinarto di Semarang, baru-baru ini mengatakan, beberapa lapas dinilai mempersulit kerja aparat saat melakukan penggerebekan terhadap narapidana atau tahanan yang masih tetap menjadi bandar narkoba.

Permasalahan yang dimaksudkan ialah soal perizinan ketika akan menggelar razia di dalam lapas. Padahal, dari Kementerian Hukum dan HAM sudah sepakat menggalakkan pemberantasan narkotika di dalam lapas.

“Sebenarnya tidak semua Kepala LP sulit diajak kerja sama untuk razia di lapas, tapi kadang-kadang ada beberapa yang sulit. Pada saat kita mau ambil barang bukti, kadang-kadang tidak bisa cepat,” ujar Suprinanto.

Namun kendala-kendala itu tidak membuat petugas BNNP Jateng menyerah masuk ke lapas untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba.

Untuk diketahui, kata Suprinanto, Jawa Tengah terdapat tiga lapas yang kurang kooperatif dengan petugas BNNP yang salah satunya adalah Lapas Nusakambangan. (Budi A/Diaz A/Heri CS)

Artikel sebelumnyaMenakar Keseriusan Negara Membangun Budaya Riset
Artikel selanjutnyaBawaslu Gandeng Kepolisian Cegah Kerawanan Pilkada 2017