Mahasiswa Polines Ciptakan GO SOK ASIK

Semarang, Idola 92.6 FM – Banyaknya sampah di Indonesia merupakan masalah yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakatnya. Produksi sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton per harinya. Untuk mengurangi dampak buruk sampah maka muncul gagasan Bank Sampah yang bertujuan mendaur ulang sampah. Umumnya pengelolaan bank sampah masih menggunakan sistem manual sehingga menimbulkan kesulitan dalam pengolahan datanya.

Namun, baru-baru ini, Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) menciptakan Go-Sok Asik (Go-rongsok dan sampah An-organik) sebagai Aplikasi Pengambilan dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Konsep Bank Sampah Berbasis Web dan Aplikasi Android.

Adalah Rahmawati Putrianasari-Mahasiswi jurusan Teknik Elektro Polines, sang penemu aplikasi Go Sok Asik. Menurut Rahmawati, dengan aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan pengelola sebagai pihak pengguna dari pihak Bank Sampah untuk mengerjakan segala jenis pengolahan data yang diperlukan. Di antaranya menginput data kategori item, data nasabah, transaksi menabung/penyetoran sampah, transaksi penarikan uang, dan melihat list broadcast ketersediaan sampah dari nasabah.

2016-05-27-1B

“Go Sok Asik ini aplikasi berbasis web dan android dimana web yang dikelola pihak bank sampah. Aplikasi androidnya itu untuk nasabah kalau mau transaksi mengambil sampah,” kata Rahmawati saat diwawancara Radio Idola melalui telepon selulernya.

Menurut dia, aplikasi ini dapat digunakan sebagai salah satu media untuk mengurangi dan menambah finansial dari sampah rumah tangga bagi masyarakat. Sehingga nantinya masyarakat yang mempunyai sampah anorganik dan benda yang tidak terpakai atau rongsok tidak perlu menunggu lama sampai sampah menumpuk. Dengan menggunakan aplikasi Go-Sok Asik ini, masyarakat dapat memanggil petugas kapan saja dan hasil dari penjualan tersebut bisa ditabung terlebih dahulu di bank sampah.

“Cara kerjanya gampang. Tinggal nanti pakai android, nasabah bisa memanggil kurir untuk lakukan transaksi. Kemudian masukan data sampahnya berupa apa. Nanti dikira-kira beratnya berapa. Setelah itu dikirim. Nah, nanti si kurir dapat notifikasi untuk mengambilnya,” kata Rahmawati menjelaskan sistem kerja aplikasi Go Sok Asik.

Dia menambahkan, saat ini sedang dikembangkan web dan aplikasi androidnya. Ke depan, akan mencari bank sampah yang berkenan menerapkan aplikasi ini. “Jadi biar langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya. (Anggita CN/ Heri CS)

Artikel sebelumnyaSiap-Siap, Jalan Raya Kaligawe Terendam Rob
Artikel selanjutnyaAntropolog Media: Media Sudah Menjadi Agama Baru