BI: Rectoverso Adalah Lambang BI Saling Berkaitan

Kantor Perwakilan BI Jateng menyatakan, rectoverso merupakan fitur pengaman canggih yang disematkan di mata uang Rupiah tahun emisi 2016.

Rectoverso merupakan gambar saling isi dan salah satu unsur pengaman di dalam uang Rupiah. Rectoverso dibuat dengan teknik cetak khusus pada uang kertas, sehingga membuat sebuah gambar berada di posisi yang sama dan saling membelakangi.

Apabila dilihat tanpa diterawang, gambar akan terlihat semacam ornamen tidak beraturan. Namun, setelah diterawang, rectoverso akan membentuk sebuah gambar yang utuh, yakni lambang Bank Indonesia. Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, sebenarnya teknik rectoverso sudah diterapkan di sejumlah negara untuk pengaman mata uangnya, misalnya Euro, Thailand Baht, UK Poundsterling dan Korea Won.

Rahmat menampik tudingan, jika rectoverso merupakan simbol organisasi terlarang. Sebab, teknik rectoverso sudah digunakan Bank Indonesia sejak 1993.

”Rectoverso itu untuk menyulitkan pelaku pemalsuan uang Rupiah. Jadi, kami tegaskan lagi itu bukan logo organisasi terlarang,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra.

Diketahui, sebelumnya beredar informasi jika di mata uang Rupiah tahun emisi 2016 terdapat logo partai komunis. Akibatnya, banyak pihak memertanyakan logo itu ke Bank Indonesia di sejumlah media social. (Bud)

Artikel sebelumnyaBEM Semarang Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM
Artikel selanjutnyaELSA Sebut Ada 20 Kasus Intoleransi di Jateng