ELSA Sebut Ada 20 Kasus Intoleransi di Jateng

Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA) mencatat, pada 2016 terjadi 16 kasus intoleransi dan empat kasus pelanggaran HAM di wilayah Jawa Tengah.

Sepanjang 2016 kemarin, Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA) mencatat ada 16 kasus intoleransi di Jawa Tengah, sedangkan empat kasus pelanggaran HAM dilakukan pemerintah sendiri. Manager Program Lembaga Studi Sosial dan Agama Siti Rofiah mengatakan, beberapa temuan yang berkaitan dengan isu kebebasan beragama dan berkeyakinan terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Pada tahun kemarin, terjadi ledakan-ledakan konflik bernuasa agama, baik besar maupun kecil di wilayah Jawa Tengah. Termasuk, adanya penangkapan terduga teroris yang ada di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, beberapa kasus besar yang menjadi latar belakang terjadinya intoleransi adalah penolakan terhadap Ahmadiyyah, Syiah dan pembangunan gereja di suatu wilayah.

”Sebagai analisis situasional, kami mencatat bahwa di tahun kemarin konflik bernuansa agama kerap terjadi di Jawa Tengah.m Selalu ada kaitan antara masalah internal dan eksternal agama,” kata Manager Program Lembaga Studi Sosial dan Agama Siti Rofiah.

Oleh karena itu, Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA) memberi rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah, untuk melakukan penguatan kapasitas aparatur Negara, terutama dalam perspektif HAM. Sehingga, dengan penguatan perspektif itu, bisa meminimalisasi tindakan-tindakan intoleransi yang terjadi di masyarakat. (Bud)

Artikel sebelumnyaBI: Rectoverso Adalah Lambang BI Saling Berkaitan
Artikel selanjutnyaKPU Jateng Minta Dinas Terkait Lacak Manual Warga Belum Terekam KTP Elektronik