BPBD Jateng Imbau Wisatawan Tidak Mendekat Kawah Sileri dan Timbang Dalam Radius 100 Meter

Semarang, 92.6 FM-Aktivitas Kawah Sileri di Gunung Api Dieng berangsur sudah mengalami penurunan level. Dari sebelumnya berada di level waspada atau level II menjadi normal atau level I.

Meskipun status dari Kawah Sileri sudah diturunkan menjadi normal (level I), namun masyarakat dan juga wisatawan tetap diimbau berhati-hati serta waspada. Karena, potensi-potensi munculnya kembali gas CO2 sangat mungkin terjadi.

Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan masyarakat dan wsatawan tetap diimbau berhati-hati, dan dilarang mendekat di Kawah Sileri. Jika sebelumnya di level waspada jarak yang direkomendasikan adalah seribu meter, maka sekarang radiusnya diturunkan menjadi 100 meter.

Sarwa menjelaskan, selain Kawah Sileri, pihaknya juga meminta masyarakat dan wisatawan mewaspadai Kawah Timbang. Sebab, ancaman gas CO2 dan H2S masih berbahaya bagi kehidupan.

Menurutnya, masyarakat sekitar juga diminta tidak melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang dengan kedalaman lebih dari satu meter. Karena, bisa jadi berpotensi memunculkan gas CO2 dan H2S.

“Tetap saja rekomendasinya masyarakat dan wisatawan tidak boleh beraktivitas dalam radius 100 meter, meski statusnya sudah normal di level I. Mash ada larangan tidak boleh mendekat. Tidak hanya Sileri tapi juga Timbang,” kata Sarwa ketika dihubungi Radio Idola, Rabu (3/10) pagi.

Lebih lanjut Sarwa menjelaskan, selain mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan berkunjung, pihaknya juga meminta pengelola obyek wisata di kawasan Dieng untuk ikut menjaga keselamatan pengunjung. Sebab, selama ini masih banyak pengelola obyek wisata yang tidak memerdulikan keselamatan wisatawan dan hanya sekadar mengejar pendapatan.

“Kan bisa sambil jualan tiket memberikan edaran selembar yang isinya imbauan untuk tidak mendekat di Kawah Sileri. Ini yang mereka belum lakukan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Mengedukasi Generasi Milenial Agar Sadar Sejarah Melalui Literasi Dan Film?
Artikel selanjutnyaIni Yang Harus Di Pelajari Indonesia Dari Referendum Di Catalonia Spanyol

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini