Gerakan Stabilisasi Pangan Nasional, Efektifkah Menjaga Lonjakan Harga?

Semarang, Idola 92.6 FM – Lonjakan harga yang terjadi jelang momen-momen tertentu seperti Ramadan ataupun jelang peringatan hari keagamaan lainnya seolah selalu menjadi ritual tahunan.

Pemerintah melalui Perum Bulog mulai pekan ini menggelar program Gerakan Stabilisasi Pangan secara nasional dan serentak untuk menjaga agar harga bahan pokok tidak melambung. Hal itu dilakukan melalui operasi pasar untuk komoditas pengan pokok terutama beras, gula pasir, bawang putih, dan sebagainya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengemukakan, pemerintah akan memasukkan stok bawang putih sebanyak lebih dari 7,6 ribu ton pada akhir Mei dari China dan India. Bawang Putih akan dikirim ke beberapa kota yang harga bawang putihnya tinggi dengan harga jual Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per kilo gram. Selain itu, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian juga telah menandatangani kesepakatan pembuatan regulasi tata niaga bawang putih. Kementerian Pertanian bahkan telah membuat peta jalan swasembada bawang putih.

Lantas, upaya apa yang mesti dilakukan untuk mengefektifkan gerakan stabilisasi pangan nasional untuk mencegah lonjakan harga? Bagaimana pula mengatasi permainan harga yang bisa dimainkan oleh kartel atau mafia pangan? Sudah memadai pulakah sistem atau tata niaga pangan kita?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu nanti kita akan berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati dan Pengamat Ekonomi FX Sugiyanto. (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaGanjar Ajak Dubes Denmark Bersepeda Sambil Bicara Kerja Sama Jateng-Denmark
Artikel selanjutnyaKemhan Ajak Masyarakat Terlibat Jaga NKRI Dari Ancaman Non Fisik

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini