Gubernur Ajak Bupati/Wali Kota Membentuk Badan Khusus Bantu BNN Perangi Narkoba

JAKARTA, 10/11 - PARTAI BESAR Vs MENENGAH. Ganjar Pranowo wakil ketua komisi II DPR RI saat menghadiri Diskusi DIALEKTIKA DEMOKREASI dengan tema "Penetapan Besaran PT: Antara Keinginan Partai Besar Vs Partai Menengah" di ruang pressroom DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11). FOTO PelitaOnline/Arief A Manurung

Semarang, 92.6 FM-Upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, sudah diamanatkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Bahkan, sebagai langkah shock terapi bagi pelaku peredaran narkoba juga telah dilakukan, dengan pemberian hukuman mati dan telah dilakukan eksekusi mati. Salah satunya adalah gembong narkoba, Freddy Budiman. Pernyataan itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat memberikan sambutan di peringatan upacara Hari Anti Narkotika Internasional, di halaman kantor gubernuran, Kamis (13/7).

Menurut Ganjar, perlu ada tindakan tegas untuk para pelaku pengedar narkotika di Tanah Air, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) lebih agresif dalam menangani permasalahan narkotka di Indonesia.

Namun demikian, jelas Ganjar, para bupati dan wali kota di Jawa Tengah didorong untuk membentuk badan atau satuan khusus anti narkotika di wilayahnya. Sehingga, tugas BNN bisa lebih mudah di dalam melakukan tindakan pencegahan dan pemberantasan.

Karena, lanjut Ganjar, pemprov sering mendapat informasi mengenai beberapa daerah di Jawa Tengah yang dianggap gawat narkoba dari BNN Provinsi Jawa Tengah. Sehingga, upaya pemerintah kabupaten/kota untuk ikut mengawasi peredaran narkoba sangat dibutuhkan.

“Partisipasi daerah harus seperti itu, ikut membantu memberantas peredaran narkoba. Tentu kita harus tegas dalam konteks penegakan hukum, dan memberikan sanksi kalau di lingkungan pemprov ada yang menggunakan narkoba. Itu musti zero tolerant,” kata Ganjar.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, para siswa atau generasi muda di sekolah juga diminta peran sertanya ikut membantu sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Yakni, dengan caranya mereka sendiri beride untuk ikut memberantas narkoba. Karena, generasi muda sekarang yang sudah melek teknologi dan informasi bisa memanfaaatkan media sosial untuk mengkampanyekan bahaya narkotika. (Bud)

Artikel sebelumnyaKemenhub Anugerahi Penghargaan Kepada Angkasa Pura I Karena Mampu Menyelenggarakan Angkutan Lebaran 2017 Dengan Baik
Artikel selanjutnyaMenakar Plus-Minus Perppu Pembubaran Ormas Anti-Pancasila

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini