Mencari Tokoh Panutan Untuk Penyemangat Bangsa Dan Pewarisan Nilai-Nilai Pancasila

Semarang, Idola 92.6 FM – Setiap warga Negara semestinya terpanggil untuk turut andil dan terlibat memperkukuh toleransi. Keteladanan para tokoh agama, masyarakat, bangsa, dan negara dalam menunjukkan toleransi menjadi penting karena masyarakat saat ini membutuhkan panutan. Seruan tersebut dikemukakan dalam seminar nasional bertema “Pancasila dan Kebinekaan” yang diselenggarakan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kampus UGM baru-baru ini.

Ketua Wantimpres Sri Adiningsih sebagai salah satu narasumber menyatakan, pihaknya telah melakukan kajian terhadap hal-hal yang dapat mengancam kesatuan bangsa. Salah satu potensi pemecah belah bangsa dan masyarakat adalah hilangnya sikap toleransi antargolongan dalam komunitas masyarakat. Karena itu, pelestarian dan pewarisan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara mendesak untuk segera dilakukan kepada generasi muda penerus bangsa. Sementara generasi muda butuh sosok pemimpin maupun tokoh sebagai contoh untuk ditiru.

Senada, pembicara lain Mendagri-Tjahjo Kumolo menyampaikan, keteladanan nyata dari para akademisi dan aparat pemerintah daerah dalam membumikan Pancasila demi menjaga NKRI tercinta akan menjadi penyemangat tersendiri, yang menguatkan masyarakat untuk dapat tetap melakukan hal yang sama.

Lantas, apa sesungguhnya faktor penyebab bangsa kita mengalami krisis tokoh panutan terkait pelestarian dan pewarisan nilai-nilai Pancasila? Langkah-langkah apa yang diperlukan untuk menciptakan tokoh panutan bangsa dalam konteks ini?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, nanti kita akan berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Prof Siti Zuhro (Peneliti Politik dari LIPI) dan Dr. Saifur Rohman (Ahli filsafat dan Budayawan dari Universitas Negeri Jakarta). (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaSeluruh Daerah Di Jateng Tahun Depan Harus 100 Persen KHL
Artikel selanjutnyaPolitik Uang Di Pilkada 2018 Masih Sulit Dicegah