Menyoroti Makin Memudarnya Keadaban Publik

Menyoroti Makin Memudarnya Keadaban Publik.

Semarang, Idola 92.6 FM – Beberapa waktu terakhir, hujatan, hinaan, makian, bahkan ancaman, demikian mudah dijumpai di sembarang tempat pada ranah publik. Di media sosial, banyak orang bahkan sebagian di antara mereka dari kalangan yang mengenyam pendidikan tinggi mengunggah foto, karikatur, ungkapan, atau lainnya yang merepresentasikan dan dapat memicu kebencian dan ketersinggungan.

Di jalanan pun nyaris setali tiga uang. Tidak sedikit pengendara, entah mobil atau sepeda motor yang seenaknya sendiri menjalankan kendaraannya anpa memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengendara lain terutama pejalan kaki. Pada saat yang sama, kekerasan dan kejahatan di ruang publik juga menguat dan meningkat dari sisi kuantitas maupun kualitas. Semua ini, menurut Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Abdul A’la dalam Opininya di Kompas (7/2) lalu, memperlihatkan betapa keadaban publik di masyarakat kita sudah mengalami pemudaran yang cukup parah.

Lantas, benarkah kita saat ini berada di tengah memudarnya keadaban publik yang cukup parah? Lantas, bagaimana jalan keluar dari situasi ini? Apa pula yang akan terjadi jika kita tidak berhasil memperbaiki dan membumikan keadaban publik?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, nanti kita akan berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Prof Abdul A’la (rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya) dan Prof Jakob Sumardjo (budayawan/guru besar Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung). (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Meningkatkan Peran Industri Manufaktur Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ?
Artikel selanjutnyaWarga Bisa Pakai KTP Elektronik Asalkan Datang ke TPS Setelah Jam 12, Hanya 1 Jam Saja