MUI Sebut Event Semarak Cap Go Meh di MAJT Tidak Melanggar

Semarang, 92.6 FM-Peringatan Cap Go Meh di Kota Semarang akan digelar di halaman Masjid Agung Jawa Tengah, Minggu (19/2) malam besok. Kegiatan itu akan diikuti 12 ribu warga Semarang dari berbagai latar belakang, dan akan menciptakan rekor makan 12 ribu lontong Cap Go Meh secara serentak.

Sejumlah tokoh budaya dan agama di Jawa Tengah dijadwalkan hadir di acara itu, di antaranya adalah Kiai Mustofa Bisri dan Habib Lutfi bin Yahya. Namun, kegiatan peringatan Cap Go Meh di halaman MAJT ternyata mendapat penolakan, yakni dari Forum Umat Islam Semarang (FUIS).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah K.H Ahmad Darodji mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jateng terkait makna dari Cap Go Meh. Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, MUI Jateng menganggap bahwa Cap Go Meh merupakan budaya dan bukan ritual yang menjurus ke tata cara beribadat umat Tri Dharma. Sehingga, tidak alasan ada penolakan tentang sebuah kebudayaan, meskipun digelar di halaman MAJT.

“Acara Cap Go Meh itu budaya bukan doa agama, jadi tidak masalah. Saya imbau tidak ada penolakan terhadap sebuah budaya. Lihat dulu latar belakangnya,” jelas Ahmad Darodji saat ditemui di sela acara OJK, Jumat (17/2).

Menurutnya, yang terpenting sekarang ini bukan melarang atau menolak, tetapi bagaimana sebagai masyarakat Jawa Tengah bisa menjaga kerukunan. Karena, dengan saling menghormati dan menjaga kerukunan, tidak ada benturan antarumat beragama di Jawa Tengah. (Bud)

Artikel sebelumnyaPasokan Elpiji ke Karimunjawa Terjamin, Ini Kata Pertamina
Artikel selanjutnyaLiterasi Keuangan Masih Rendah, OJK Akan Buka Kantor Perwakilan Baru di Sejumlah Daerah