BI Siap Kembangkan Ekonomi Syariah Dalam Negeri Mendunia

Semarang, Idola 92.6 FM – Perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air dari tahun ke tahun terus berkembang. Bahkan, sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia, perkembangan ekonomi syariah menjadi salah satu pilar perekonomian dalam negeri. Pernyataan itu dikatakan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di sela pembukaan Festival Syariah Regional Jawa 2018 di Hotel Gumaya Semarang, Rabu (2/5).

Menurutnya, melalui penyelenggaraan festival syariah di kewilayahan Bank Indonesia di seluruh Tanah Air akan menunjukkan kepada dunia tentang kemantapan ekonomi syariah Indonesia. Apalagi, tahun ini Indonesia kembali menyelenggarakan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Surabaya, Jawa Timur.

Agus menjelaskan, ISEF merupakan salah satu kegiatan ekonomi dan keuangan syariah yang menyatukan pengembangan keuangan syariah di sektor riil.

Melalui ISEF tersebut, akan membahas kajian pengembangan ekonomi syariah dan meningkatkan minat serta pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

“Kita sejak tahun lalu sudah berstrategi bahwa Indonesia kan luas dan perlu dipersiapkan festival syariah internasional yang sudah optimal. Yaitu pengembangan ekonomi syariah di level perusahaan kecil, menengah dan besar maupun dari pengembangan pondok pesantren juga sudah siap,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, di dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia perlu berdasarkan pada tiga fokus strategi utama. Yakni pilar pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah dan pilar riset, asesmen dan edukasi ekonomi serta keuangan syariah.

Sementara, di dalam mengembangkan ekonomi syariah Bank Indonesia bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Wakaf Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkomitmen untuk menggiring pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berjalan sesuai jalurnya.

Menurutnya, dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam negeri perlu melibatkan sektor riil syariah. Sehingga, Indonesia tidak hanya sekadar menjadi pasar dari pertumbuhan ekonomi syariah global.

“Yang terkait dengan pengembangan ekonomi keuangan syariah bersama-sama di dalam komite itu dan juga MUI. Pak presiden sudah mengarahkan bahwa kita perlu menyusun roadmap pengembangan ekonomi keuanga syariah. Jadi, kita akan mengajak penggiat-penggiat ekonomi syariah untuk lebh mengenalkan ekonomi keuangan syariah ke depannya,” ujar Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk mencapai tujuan tersebut maka para pemangku kepentingan harus menata dan membereskan persoalan internal. Yakni soal peningkatan sertifikasi halal. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenyongsong Hari Jadi ke-471 Kota Semarang, Sudahkan Pembangunan yang Dilakukan Pemkot Mampu Menyejahterakan Warganya?
Artikel selanjutnyaKurangi Beban di Jalan Tol Trans Jawa, Kemenhub Sosialisasi Jalur Alternatif Lebaran 2018