Dinsos Sebut Orang Gila Bisa Sembuh Asal Rutin Diobati

Semarang, Idola 92.6 FM – Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto mengatakan penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di provinsi ini cukup kompleks, tidak hanya soal gelandangan dan anak jalanan saja tapi mengenai gangguan kejiwaan atau istilahnya orang gila.

Nur Hadi menjelaskan, per dua mil penduduk di provinsi ini mengalami gangguan kejiwaan atau Skizofrenia. Artinya, dari seribu penduduk ada dua orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Menurutnya, jika penduduk Jateng mencapai 34 juta jiwa, maka jumlah orang gilanya mencapai 68 ribu orang.

Nur Hadi menjelaskan, ciri atau penyebab gangguan kejiwaan adalah tanpa sebab tidak bisa tidur, takut mandi, antisosial dan tidak sakit tapi kepala terasa pusing. Yang paling parah, tentu saja berbicara sendiri dan sudah tidak memakai pakaian keliling lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, lanjut Nur Hadi, orang yang mengalami gangguan kejiwaan harus dikawal dan diawasi jangan sampai telat minum obat dan diantar rutin kontrol ke dokter untuk berobat.

“Mereka itu bisa hidup normal dalam tanda kutip atau bisa sembuh, sepanjang pengobatnnya terus menerus dan perasaannya dibuat happy. Kalau di Jawa Tengah ini Alhamdulillah dalam segala keterbatasannya kita paling ramah PMKS,” kata Nur Hadi, Kamis (15/11).

Lebih lanjut Nur Hadi menjelaskan, bagi yang mampu merawat orang dengan gangguan kejiwaan harus telaten dan membantu proses penyembuhannya. Namun, bagi yang tidak sanggup bisa merawatnya bisa dititpkan ke panti rehabilitasil milik pemerintah atau swasta. (Bud)

Artikel sebelumnyaGanjar: Kalau Swasta Ikut Berdayakan Ekonomi Kerakyatan, Maka UMKM Makin Sejahtera
Artikel selanjutnyaSekda: Tol Semarang-Demak Masuk Tahap Lelang Pelaksana Proyek

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini