Mendorong Mitigasi Bencana

Semarang, Idola 92.6 FM – Semua tahu, negeri tercinta Indonesia secara geografis berada di daerah pertemuan tiga lempeng tektonik besar Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. Sehingga, rawan bencana gempa dan tsunami. Banyak pakar menyatakan Indonesia merupakan negeri indah. Namun, berada di zona ring of fire atau cincin api dunia. Sehingga, kawasan kita rawan bencana terutama letusan gunung berapi.

Namun, melihat fakta itu semua muncul pertanyaan, sejauh mana pengetahuan itu membimbing kita untuk lebih siap dan siaga menghadapi berbagai ancaman bencana? Apakah pengetahuan itu hanya sebatas mampir sejenak di ingatan—lalu dilupakan? Atau jangan-jangan kita memang bangsa yang paling banyak tahu namun tak pernah mengimplementasikan dan menginternalisasikan apa yang kita ketahui itu pada kehidupan sehari-hari.

Semua tahu, letusan gunung berapi, gempa, dan tsunami tak bisa diprediksi. Kita hanya mampu mengetahui potensinya — tak ada yang tahu kapan bakal terjadi. Tak ada yang bisa mencegah kekuatan alam yang maha dahsyat. Karena itu, satu-satunya cara untuk meminimalkan korban jiwa adalah dengan mitigasi bencana — sebuah upaya antisipasi untuk mengurangi potensi dampak ketika bencana terjadi. Mitigasi bencana sebagai upaya—kita tak boleh lelah dan lengah untuk terus selalu siap dan siaga terhadap ancaman Bencana di mana pun dan kapan pun.

Baru-baru ini, gempa dahsyat bermagnitudo 7,4 yang diiringi tsunami melanda saudara-saudara kita di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Bencana ini, seolah menjadi pengingat bangsa kita. Melihat begitu banyaknya korban yang sudah mencapai lebih dari 800 korban jiwa dan berpotensi masih terus bertambah — benarkah kita selama ini abai terhadap mitigasi bencana? Apa yang sudah dan belum dilakukan pemerintah di daerah-daerah terkait dengan edukasi pendidikan kebencanaan?

Nah, terkait hal ini, Radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Abdul Muhari (Praktisi Mitigasi Bencana; Chairman Sentinel Asia Tsunami Working Group; dan Kepala Seksi Mitigasi Bencana Pesisir dan Lautan Kementerian Kelautan & Perikanan) dan Iskan Qolba Lubis (Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI). [Heri CS]

Berikut diskusinya:

Artikel sebelumnyaMendesak Perluasan Insentif Pajak sebagai Upaya Mengatasi Defisit Transaksi Berjalan
Artikel selanjutnyaDinkes Sebut Pembangunan Kesehatan Berhasil Jika Program Germas Juga Sukses