Menyoroti Manajemen Pangan Kita, Sudahkah Memadai?

Semarang, Idola 92.6 FM – Pangan merupakan kebutuhan paling mendasar untuk masyarakat. Sangat ironis jika sebuah Negara agraris masih berkutat mengatasi masalah pangan. Sementara hampir semua Negara sudah sibuk memenuhi tuntutan pembangunan berkelanjutan, bahkan saling berjibaku saling berjibaku guna memenuhi kompetisi menuju revolusi industry 4.0.

Demikian dikemukakan Direktur Eksekutif Institute for Development on Economic and Finance, Enny Sri Hartati, dalam opininya terkait Manajemen Pangan di sebuah media nasional (24/4/2018). Menurut Enny, jika mengurus pangan saja masih terus menjadi pekerjaan rumah, harapan perbaikan kualitas hidup masyarakat pun akan semakin menjauh. Kecukupan pangan menjadi salah satu penentu kualitas sumber daya manusia (SDM). Sayangnya, sepertiga dari anak Indonesia ditemukan dalam kondisi kurang gizi. Salah satu penyebabnya, akses pemenuhan kecukupan kebutuhan pangan masyarakat. Stabilitas harga pangan memiliki andil yang sangat signifikan.

Lantas, apa sesungguhnya akar masalah tata kelola pangan kita? Hal mendasar apa yang masih belum bisa diatasi pemerintah? Ke depan, mesti bagaimana mengatasinya? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati. [Heri CS]

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaKPU Pelihara DPT Pilgub 2018 Sampai Pencoblosan
Artikel selanjutnyaMengurai Polemik Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing
Editor In Chief Radio Idola Semarang.