Pemprov Buka Pengembangan Kawasan Industri di 2 Kabupaten

Semarang, Idola 92.6 FM – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan pengembangan kawasan industri dibutuhkan, untuk meningkatkan investasi di wilayah ini. Sehingga terus didorong, agar calon investor semakin tertarik.

Menurutnya, semakin banyak pengembangan kawasan industri di provinsi ini, maka calon investor yang tertarik semakin banyak. Sebab, Jateng menjadi provinsi yang prospektif bagi pengembangan industri.

Dengan membuka usaha di kawasan industri, jelas Prasetyo, akan memberikan nilai tambah bagi pengusaha. Sebab, beberapa perizinan sudah tidak perlu diurus lagi. Misalnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun izin lingkungan sudah termasuk ketika mengurus izin masuk ke kawasan industri.

Saat ini, jelas Prasetyo, ada dua kabupaten di Jateng yang akan mengembangkan kawasan industrinya. Yakni Kabupaten Cilacap dan Kebumen.

“Nanti dibangun di sini industri dan industri turunannya pasti sangat banyak, sehingga akan mendorong perkembangan Cilacap dari sisi industri dan turunannya. Kebumen juga sudah mengajukan konsep pengembangan kawasan industri, bahkan tanahnya milik pemda seluas 150 hektare akan ditambah menjadi 300 hektare. Untuk sarana di Kebumen saya kira cukuplah untuk luas 300 hektare, kalau di Semarang tentu kurang dan langsung habis,” kata Prasetyo, Senin (30/7).

Lebih lanjut Prasetyo menjelaskan, investasi di Jateng dalam tiga tahun terakhir ini terus tumbuh dan melampaui target yang ditetapkan. Untuk di triwulan pertama 2018 saja, nilai investasi tumbuh menggembirakan. Yakni dari target Rp47,18 triliun, saat ini sudah terealisasi Rp16 triliun.

Sampai dengan saat ini, lanjut Prasetyo, nilai investasi terbesar masih didominasi sektor energi. Sebab, di Jateng banyak pembangunan PLTU. Yaitu PLTU di Batang, Jepara dan Cilacap. (Bud)

Artikel sebelumnyaDorong Ekonomi Kerakyatan, OJK Dirikan Bank Wakaf Mikro di Setiap Pesantren
Artikel selanjutnyaBagaimana Merawat Kebhinekaan sebagai Rahmat dan Menjaga Modal?
Wartawan senior Radio Idola Semarang.