Pertamina Siagakan SPBU 24 Jam Layani Tamu IMF di Bali

Semarang, Idola 92.6 FM – Pertamina siap mendukung kelancaran pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, 10-12 Oktober 2018. Yakni, dengan menjamin ketersediaan suplai bahan bakar minyak (BBM) di SPBU menuju lokasi acara.

Unit Manager Communication & CSR MOR V Rifky Rakhman Yusuf mengatakan pihaknya telah menyusun berbagai strategi, dan memastikan kehandalan suplai BBM di tujuh SPBU di jalur bandara menuju lokasi acara IMF 2018 di Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Menurutnya, SPBU tersebut menjual berbagai jenis BBM yang diperkirakan akan terjadi peningkatkan cukup tinggi mulai H-7 sampai H+7.

Guna memerkuat suplai di SPBU eksisting, jelas Rifky, Pertamina mengoperasikan empat unit mobil tanki atau SPBU kantong dan satu unit mobil tanki cadangan yang akan ditempatkan di SPBU dengan daya tahan stok rendah. SPBU Kantong tersebut akan menyediakan Premium, Pertalite dan Pertamax.

“Kami menyiagakan mobil tanki, yang dilengkapi dengan fasilitas dispenser untuk mendukung di tiga SPBU dengan stok rendah. Sementara SPBU lainnya diperkuat daya tahannya, agar pasokannya tetap mencukupi untuk kendaraan,” kata Rifky.

Lebih lanjut Rifky menjelaskan, selama pertemuan IMF, Pertamina juga akan melakukan alih suplai BBM untuk dua SPBU serta 18 SPBU areal Nusa Dua yang sebelumnya dari TBBM Manggis menjadi dari TBBM Sanggaran.

“Khusus untuk produk unggulan Pertamax Turbo dan Pertamina Dex, kami sediakan tiga mobil tanki yang dilengkapi dengan meteran dan dispenser yang akan berada di SPBU dan Dermaga Pink. Keseluruhan mobil tanki yang kami sediakan berkapasitas 16 ribu liter. Fasilitas tambahan ini akan berada di lokasi SPBU sepekan sebelum dan sesudah event IMF,” ucap Rifky.

Selain SPBU kantong, lanjut Rifky, pihaknya juga telah menyiagakan dua kapal berkapasitas 150 ribu liter untuk melayani kapal-kapal wisata. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Siap Fasilitasi Batik Rifa’iah Batang Tembus Pasar Ekspor
Artikel selanjutnyaBagaimana Mengoptimalkan Peran Publik dalam Mencegah Korupsi?