Kementerian Kelautan dan Perikanan Target Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia Mencapai 50 Kg per Tahun

Semarang, Idola 92.6 FM – Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mengampanyekan gerakan gemar makan ikan kepada masyarakat, dengan tujuan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Karena, potensi ikan di dalam negeri cukup besar dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Bambang Suprakto mengatakan data pada 2017 kemarin saja, potensi ikan dalam negeri mencapai 12,54 juta ton naik dari sebelumnya hanya 9,93 juta ton ikan pada 2015.

Bambang menjelaskan, 2014 kemarin konsumsi makan ikan masyarakat Indonesia kurang dari 25 kilogram per orang per tahun. Namun, pada 2018 sudah naik menjadi 48,7 kilogram per orang per tahun, dan hingga akhir 2019 ditargetkan menjadi 50 kilogram per orang per tahun.

Menurutnya, meski Indonesia merupakan negara kepulauan terluas di dunia dengan 70 persen wilayahnya adalah laut tapi Indonesia masuk rangking lima di kawasan Asia Tenggara dalam hal konsumsi makan ikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya sosialisasi dan dorongan yang lebih masif kepada masyarakat untuk gemar makan ikan.

“Gerakan makan ikan ini menjadi program nasional. Program nasional ini diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi maupun kabupaten/kota. Gerakan makan ikan ini kita sosialisasikan, mulai dari anak-anak TK sampai SMP. Gerakan makan ikan ini gratis, dananya dari KKP. Kita kasih tahu sama anak-anak bahwa ikan itu sehat, punya protein tinggi dan rendah lemak,” kata Bambang di Semarang belum lama ini.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, KKP mengajak semua elemen masyarakat untuk meningkatkan konsumsi makan ikan. Karena, dengan kampanye yang masif untuk mengonsumsi makan ikan juga bisa mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap konsumsi daging.

“Masyarakat Indonesia harus gemar makan ikan. Harga daging ayam atau sapi yang mahal itu, bisa diganti dengan makan ikan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaTumbuhkan Ekonomi Pesantren di Jateng, Pemprov Siap Berikan Pendampingan
Artikel selanjutnyaBagaimana Mengelola Arus Urbanisasi agar Mampu Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Meningkatkan Produk Domestik Bruto?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini