Membangun Kesadaran Keluarga dalam Mengatasi Stunting melalui Program Desa Stunting

Semarang, Idola 92.6 FM – Kasus stunting atau kondisi anak tumbuh dengan tidak optimal karena gizi kronis menjadi salah ancaman Indonesia dalam menyongsong Puncak Bonus Demograsi 2020-2030. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mengatasinya.

Untuk mengatasi permasalahan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) membangun program Desa Stunting. Program ini dilakukan di tempat yang memiliki prevalensi stunting tinggi. Saat ini, BKKBN memiliki 791 Desa Stunting yang lokasinya sama dengan Kampung Keluarga Berencana. Melalui program ini, BKKBN memberikan penyuluhan kepada keluarga seperti cara pengasuhan orangtua yang benar. Program ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus stunting dengan memberikan bekal pengetahuan kepada calon pengantin.

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan stunting. Nah, apa dan bagaimana kunci mengantisipasi stunting? Terkait desa stunting, apa bentuk kegiatannya? Siapa yang dilibatkan? Bagaimana mengoptimalkan Desa Stunting ini? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Deputi KBKR BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) Pusat Dr Dwi Listyo Wardhani. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Meningkatkan Indeks Penegakan Hukum yang Stagnan?
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Jamin Harga Produk Yang Dijual di Galeri UKM Terjangkau Pengunjung Bandara

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini