Mempertanyakan Regenerasi Politik di Partai Politik

Semarang, Idola 92.6 FM – Jumlah caleg muda DPR terpilih pada Pemilu 2019 turun cukup signifikan dibandingkan dengan Pemilu 2014. Afirmasi pada politisi muda perlu dipertimbangkan untuk mempercepat regenerasi.

Semakin turunnya jumlah figur muda yang terpilih sebagai calon anggota DPR melalui Pemilu 2019 menjadi salah satu indikasi adanya persoalan dalam proses regenerasi politik di Indonesia. Apabila tidak serius diatasi, akan terjadi kesenjangan generasi antara politisi yang menentukan kebijakan dengan anak-anak muda yang mulai makin berperan di berbagai sektor di tengah makin pesatnya transformasi digital.

Berdasarkan catatan Litbang Kompas, dari 575 anggota DPR periode 2019-2024, diperkirakan hanya ada 72 orang yang berusia di bawah 40 tahun. Dari 72 orang itu, sebanyak 36 orang ditengarai punya hubungan kekerabatan dengan pejabat daerah dan elite partai dan 25 orang berstatus anggota DPR Petahana. Padahal, sebelumnya, dari 560 anggota DPR periode 2014-2019, ada 92 orang yang saat dilantik berusia di bawah 40 tahun.

Lantas, minimnya Politisi Muda yang Duduk di Parlemen/ Ini Fenomena Apa? Bagaimana Mestinya ke Depan mengingat anak muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan nasional? Terkait ini, Radio Idola Semarang mewawancara Pengamat Politik dari UGM Yogyakarta Wawan Mas’udi,Ph.D. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Mestinya Sistem Pendidikan Kita agar Mampu Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Menyongsong Indonesia Emas 2045?
Artikel selanjutnyaPupuk Nasionalisme Kebangsaan, BI Jateng Sambangi Keluarga Pahlawan Nasional

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini