Mendorong Pemilih Cerdas melalui pintarmemilih dot id

Semarang, Idola 92.6 FM – Selasa, 19 Februari 2019, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Google Indonesia, Cek Fakta, rumahpemilu.org, dan Kok Bisa resmi meluncurkan Pintar Memilih. Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan, Pintar Memilih adalah platform pendidikan pemilih berbasis web yang menyediakan informasi proses dan tahapan Pemilu 2019. Pintar Memilih dapat diakses secara gratis disini.

“Pintar Memilih menyediakan informasi Pemilu 2019—pemilu pertama dalam sejarah yang penyelenggaraan pemilihan presiden, DPR, DPRD, dan DPD dilakukan secara serentak di hari yang sama. Pintar Memilih hadir agar pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan bekal informasi memadai,” kata Titi dalam siaran persnya, Selasa (19/02/2019).

Saat ini, Pintar Memilih menyediakan informasi calon anggota legislatif (caleg) melalui fitur “Kenali Calon Wakil Rakyat.”Selain informasi caleg, Pintar Memilih juga menyediakan informasi mengenai calon presiden dan wakil presiden (capres & cawapres) serta partai peserta pemilu. Informasi capres & cawapres meliputi biodata, visi-misi, dan dana kampanye.

Pintar Memilih dilengkapi fitur “Q&A” bagi pengguna yang ingin bertanya tentang proses dan tahapan Pemilu 2019 dan akan dijawab oleh tim dengan informasi yang kredibel dan terverifikasi. Beberapa informasi penting yang sering ditanyakan oleh pengguna ditampilkan dalam format video animasi yang disediakan oleh Kok Bisa—kanal You Tube pembuat video bertema edukasi.

Pintar Memilih menyediakan fitur pengecekan fakta pemilu yang terhubung dengan cekfakta.com. Cekfakta.com merupakan sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang dibangun di atas API Yudistira oleh Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dan bekerja sama dengan beberapa media online yang tergabung di AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) serta didukung oleh Google News Initiative dan Internews serta FirstDraft.

Lantas, apa itu platform Pintar Memilih? Bagaimana mekanisme dan prosedurnya? Seberapa penting platform semacam ini dalam sebagai upaya menjadikan publik cerdas memilih dalam Pemilu 2019? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Senior Analyst Policy & Government Relations Google Indonesia Ryan Rahardjo dan Peneliti Perludem Maharddhika. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDinas Pendidikan Demak Daftarkan Guru Honorer dan PTT Jadi Peserta JKN-KIS
Artikel selanjutnyaMenakar Keberpihakan dan Keseriusan Pemerintah pada Pengembangan Riset dan Teknologi di era Revolusi Industri 4.0?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini