Pakai Sarung, Para Penyapu Jalan Peringati Hari Santri Nasional

penyapu jalan
Para penyapu jalan menggunakan peci dan sarung membersihkan deretan tenda PKL di kawasan Simpang Lima, Selasa (22/10).

Semarang, Idola 92.6 FM – Ada pemandangan berbeda di kawasan Simpang Lima Semarang, Selasa (22/10) pagi. Sejumlah penyapu jalanan terlihat memakai sarung, peci dan baju koko ketika menjalankan tugasnya membersihkan sepanjang kawasan Simpang Lima.

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Muhammad Agus Junaedi mengatakan para penyapu jalanan itu sengaja mengenakan pakaian layaknya santri, karena dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Yang menarik, jelas Agus, meski tidak hapal lirik lagu Mars Ya Lal Wathon, namun para penyapu jalan itu mencoba menyanyikan dengan lirih. Sehingga, lagu itu menjadi penyemangat para penyapu jalan melaksanakan tugasnya.

Agus menjelaskan, melalui momentum Hari Santri Nasional ini pihaknya juga ingin mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dengan tidak buang sampah sembarangan. Karena, di setiap para penyapu jalan itu melaksanakan tugasnya sampah yang terkumpul juga banyak berupa bungkus makanan.

“Kami dari barisan penyapu jalan ingin berpartisipasi, dalam Hari Santri Nasional 2019 ini. Menggunakan baju santri, melakukan gerakan bersih sampah di Kota Semarang. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kami ingin berpartisipasi, dengan cara seperti menjaga kebersihan tersebut. Harapan kami, kebersihan di Kota Semarang semakin bersih,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, kesadaran masyarakat di Kota Semarang untuk tidak buang sampah sembarangan harus terus ditingkatkan. Sebab, sesuai dalam ajaran Islam bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.

“Oleh karena itu, kami mohon kepada masyarakat untuk tidak gampang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan. Pemkot Semarang sudah menyiapkan sejumlah tempat sampah, dan itu diletakkan di lokasi yang mudah terjangkau para pemakai jalan,” jelasnya.

Sementara, para penyapu jalan berpakaian santri ini tidak hanya terlihat di kawasan Simpang Lima saja tapi juga di beberapa lokasi. Di antaranya di kawasan Kota Lama, Taman Indonesia Kaya dan Jalan Pahlawan. (Bud)

Artikel sebelumnyaSekda Jateng Minta Orang Tua Lebih Selektif Beri Gawai ke Anak
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Minta Santri Bisa Berkontribusi Dalam Pembangunan Daerah

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini