Polda Jateng Imbau Pemudik Sepeda Motor Sering Manfaatkan Rest Area di Sepanjang Jalur Mudik

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksawan (tengah) menemani Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri ketika melakukan pengecekan di GT Kali Kangkung, belum lama ini.

Semarang, Idola 92.6 FM – Pada tahun ini, diperkirakan ada lebih dari enam juta pemudik yang pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah dari Jakarta dan sekitarnya menggunakan sepeda motor. Pada momentum Lebaran, kasus kecelakaan yang paling dominan terjadi pada pemudik menggunakan sepeda motor.

Pemprov Jateng sebenarnya sudah memberikan fasilitas mudik gratis dari Jakarta menggunakan bus atau kereta api, agar masyarakat tidak lagi menggunakan sepeda motor untuk pulang mudik.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksawan mengatakan sepeda motor, sebenarnya didesain tidak untuk melakukan perjalanan jauh. Apalagi, digunakan untuk perjalanan mudik dan berboncengan lebih dari dua orang.

Namun demikian, jelas Rudi, setiap tahun pemudik yang menggunakan sepeda motor selalu bertambah jumlahnya. Sehingga, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap para pemudik sepeda motor itu.

Oleh karenanya, lanjut Rudi, jika masyarakat tetap menggunakan sepeda motor sebagai sarana angkutan mudiknya disarankan tetap mematuhi peraturan berlaku. Termasuk, istirahat setiap dua jam sekali di tempat istirahat yang telah disediakan Polda Jateng di sepanjang jalur mudik. Baik di wilayah pantura maupun selatan.

“Pengguna kendaraan sepeda motor pasti banyak yang masuk di wilayah pantura dan selatan. Oleh karena itu, kita sudah antisipasi dengan menyiapkan beberapa check point atau tempat istirahat bagi pengendara sepeda motor. Tapi kita juga sudah koordinasi dengan dinas terkait, bahwa sudah banyak fasilitas mudik gratis. Jadi, tolong masyarakat bisa memanfaatkan itu,” kata Rudi, baru-baru ini.

Lebih lanjut Rudi juga memberikan tips aman bagi pemudik sepeda motor sebelum melakukan perjalanan jauh. Yakni, memastikan kondisi pengendara dalam keadaan prima dan membawa perlengkapan pelindung diri.

“Jangan lupa, kalau Lebaran identik dengan macet. Jadi, tentukan waktu yang tepat sebelum berangkat mudik,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rudi, bawa barang secukupnya saja dan jangan sampai menutupi pelat nomor atau menghalangi lampu-lampu isyarat. (Bud)

Artikel sebelumnyaLebaran, Pertamina MOR IV Pangkalan Elpiji Siaga
Artikel selanjutnyaKemenkes Tunjuk Terminal Tirtonadi Jadi Proyek Percontohan Nasional Terminal Sehat

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini