Tangani Sampah, Pemprov Libatkan Perusahaan di Jateng Ikut Kelola Sampah Mandiri

Gubernur Ganjar Pranowo saat mengikuti penanaman mangrove di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang belum lama ini.

Semarang, Idola 92.6 FM – Perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Tengah, diminta ikut mengatasi persoalan sampah. Terutama sampah plastik, yang masih menjadi persoalan karena jumlahnya cukup banyak.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan di dalam mengatasi persoalan sampah, maka tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja. Pelibatan masyarakat dan juga dunia usaha sangat diperlukan, terutama untuk bisa mengelola sampah yang dihasilkan sendiri. Baik sampah rumah tangga atau sampah perusahaan.

Menurutnya, penanganan sampah tidak akan pernah selesai apabila tidak ada keterlibatan dari semua pihak.

Ganjar menjelaskan, dengan melibatkan dunia usaha akan meringankan beban pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Sebab, perusahaan memiliki infrastruktur memadai untuk mengolah sampahnya sendiri dan tidak sampai menjadi limbah yang mengganggu.

Kita lihat di Pantai mangkang ini, sampahnya luar biasa. Luar biasa banyaknya. Kalau banyak perusahaan pedulu, maka kita bisa bersinergi. Istilah saya dulu ada orang bicara triplehelic dan pentahelic, maka saya bica heliccopter. Semua terlibat. Ini yang kemudian saya ajak untuk perusahaan-perusahaan peduli pada lingkungan, dan punya aksi-aksi. Sehingga, kita menjadi peduli pada lingkungan karena ini untuk masa depan kita, kata Ganjar belum lama ini.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar kongres sampah. Diharapkan, semua perusahaan bisa peduli dan ikut bergerak menangani sampah.

Sistem yang mudah adalah memilah sampah di kantor. Akan sangat membantu pemerintah, di dalam mengatasi sampah. Sehingga, pengolahannya enak. Perusahaan diharapkan bisa mengolah sampahnya sendiri, pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Akan Beri Insentif Bagi Pabrik Plastik Untuk Produksi Bio Plastic
Artikel selanjutnyaTaj Yasin Ingin Semua Warga Punya Jamban di Rumah Masing-masing