Bagaimana Mengantisipasi Ancaman DBD yang Kini Mulai Melanda di Sejumlah Daerah?

Demam Berdarah

Semarang, Idola 92.6 FM – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang dr Elang Sumambar mengatakan, penyakit DBD tidak kalah berbahaya dibandingkan virus corona. Bila terlambat ditangani pasien juga bisa meninggal. Sehingga, bahaya DBD perlu diantisipasi.

Pernyataan Elang menanggapi kejadian luar biasa (KLB) DBD di tiga kabupaten dari 21 kabupaten di NTT yang menelan korban jiwa hingga 29 orang. Ketiga kabupaten tersebut adalah Sikka, Alor, dan Lembata. Dinkes Kab Sikka NTT melaporkan hingga 8 Maret 2020, jumlah kasus DBD sudah mencapai 1.190 orang dari jumlah sebelumnya 1.145. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat, terdapat 94 orang meninggal akibat penyakit DBD sepanjang tahun 2020 ini. Total terdapat 14.716 kasus DBD secara nasional. Jumlah kematian tertinggi berada di NTT sebanyak 29 orang.

Lantas, bagaimana dengan Kota Semarang? Perkembangan terkini, sudah berapa kasus warga terjangkit DBD? Upaya apa yang terus dilakukan dalam mengantisipasi DBD? Mendiskusikan ini, radio Idola Semarang mewawancara Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDewan Minta Kesetaraan Perempuan di Jateng Harus Jadi Perhatian Serius
Artikel selanjutnyaMenelaah Pro Kontra Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan Kanalisasi Gerakan Masyarakat Sipil

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini