Bagaimana Mengatur Ulang Strategi Perekonomian Pascapandemi Covid-19?

Push to Reset (Ilustrasi)

Semarang, Idola 92.6 FM – Tantangan perekonomian yang dihadapi negara-negara di dunia termasuk Indonesia selama Pandemi masih cukup berat. Hal itu salah satunya dipengaruhi kinerja ekspor-impor yang cenderung lesu—meskipun mulai tumbuh kegairahan pasca dimulainya vaksinasi di beberapa negara.

Atas situasi tersebut, Forum Ekonomi Dunia (WEF) merekomendasikan/ agar pascapandemi, negara-negara perlu mengatur ulang strategi perekonomiannya. Strategi mesti diarahkan ke transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan berjangka panjang baik dari segi pasar, sumber daya manusia (SDM), lingkungan, maupun ekosistem riset dan inovasi.

Khusus bagi Indonesia, sejumlah kalangan menilai, mestinya masa pascapandemi bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk bangkit dan segera pulih.

Hanya sayangnya, Indonesia justru dihadapkan pada fakta yang kurang menggembirakan. Berdasarkan Indeks Daya Saing Global tahun ini yang disusun Forum Ekonomi Dunia, dari sisi kesiapan menghadapi transformasi ekonomi pascapandemi, Indonesia mendapat skor 55,3 dari skala 0-100. Bahkan, skor Indonesia ini terlihat terus merosot dari tahun ke tahun. Pada 2019, skor Indonesia 64,6. Sementara pada 2018, Indonesia mendapat skor 64,9.

Ilutrasi

Forum Ekonomi Dunia mencatat, pekerjaan rumah Indonesia yang terbesar di masa mendatang adalah meningkatkan kapasitas dan keterampilan SDM; agar siap menghadapi pergeseran lanskap pekerjaan di masa depan serta mengembangkan riset dan inovasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar global di masa depan.

Maka, melihat tantangan dan persoalan yang kita hadapi Pascapandemi Covid-19, bagaimanakah cara meningkatkan daya saing Indonesia yang terus merosot? Di sisi lain, untuk memanfaatkan peluang dan menghasilkan keuntungan Pascapandemi, bagaimana kita mesti mengatur ulang strategi perekonomian sejak sekarang?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni Prof. Ari Kuncoro (Ekonom/Rektor Universitas Indonesia); Mohammad Faisal (Direktur Eksekutif CORE Indonesia); dan Sanny Iskandar (Waketum Kadin Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi). (andi odang/her)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaSere Rohana Napitupulu, Sang Perawat Lingkungan dari Bumi Malaka Asri Jakarta
Artikel selanjutnyaPertamina Siagakan Motorist di Setiap Titik di Ruas Tol Trans Jawa